Link Banner

Suatu hari pada pertengahan Juni 2012, Sari berubah, dia membatalkan niat menikah karena saya sama sekali tidak punya nilai plus dengan pekerjaan saya saat itu. Sejak saat itu saya berusaha lebih giat lagi mendapatkan kerja formal dan akhirnya menjadi pengajar di sebuah sekolah. Namun hal itu sepertinya tetap tidak berarti buat dia, karena ternyata selama ini dia telah menjalin kasih dengan beberapa cowok.

Dan yang paling menyakitkan dia berhubungan dengan seorang lelaki bernama Kuman. Kuman adalah teman sekelas Sari waktu SMA yang bekerja di pertambangan. Akhirnya saya pun memutuskan mengakhiri hubungan dekat itu, dan berusaha merelakan mereka. Sejak itu pula kehidupan ekonomi saya menjadi sangat baik. Saya mendapat pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang lebih besar. Saya bahkan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 dengan jaminan pekerjaan yang lebih bagus lagi.

Ternyata hubungan Sari dan Kuman makin serius, mereka menikah pada akhir tahun 2013. Hal itupun tanpa mengundang saya. Satu hal yang tak pernah saya lupakan adalah Sari telah memberikan harapan kepada saya, walaupun dia tau saya bukan orang yang tepat bagi dirinya.

Dan beberapa minggu yang lalu dia mencoba menghubungi saya dan memberi kabar bahwa dia ikut suaminya ke luar pulau. Saya tidak tahu maksud dia menghubungi saya, yang jelas saya berusaha untuk tidak pernah melibatkan perasaan lagi dengannya walaupun sampai saat ini saya masih sangat mencintainya.

Sari, seorang wanita yang selama ini saya sayang dan agung-agungkan ternyata lebih memilih seorang pria berdasarkan mencoloknya harta dan bayang-bayang kemapanan saja.

Demikian cerita cinta yang kujalani bersama Sari. Terima kasih telah membaca curhat saya ini, maaf alurnya berantakan. Semoga Kuman tidak pernah mengecewakan Sari. Saya telah berusaha mencintai Sari pada tahap yang paling tinggi yaitu merelakannya.

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here