News, Sport and Lifestyle

Disdamkar Kabupaten Bogor Krisis Personel

METROPOLITAN – Maraknya kasus kebakaran di Kabupaten Bogor menjadi salah satu persoalan yang terus dicarikan solusinya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Saat ini Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor masih terkendala minimnya personel dan mobil pemadam. Saat ini, petugas Damkar hanya ada 145 personil dengan 18 unit mobil pemadam, tidak sesuai dengan luas wilayah Kabupaten Bogor.

Sekretaris Damkar Kabupaten Bogor Ma’mur mengakui, dari sisi SDM Damkar Kabupaten Bogor sangat kekurang personel dan mobil damkar.  Saat ini, jumlah personel yang dimilik Damkar ada 147 personil dan yang sudah PNS ada 35, sisanya masih honor.

“Bila melihat rasio jumlah penduduk Kabupaten Bogor sekitar 5,5 juta orang dan wilayah yang sangat luas, memperkirakan kebutuhan personel di lapangan mencapai  1000 personil,” ujar Ma’mur saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, untuk jumlah armada yang ideal paling sedikit 167 unit. Para personel itu disebar ke setiap wilayah di daerahnya.

“Seharusnya personel damkar ada seribu dan mobil damkar ada 167 unit, ketika ada musibah kebakaran bisa cepat di padamkan, tidak harus menungu lama,” bebernya.

Ma’mur  menambahkan,  armada yang dimiliki beberapa unit di antaranya sudah mengalami kerusakan dan berusia tua. Namun,  ia mengakui biaya pengadaan armada tersebut sangat mahal, sedangkan kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor belum memungkinkan.

“Satu unit mobil damkar keluaran terbaru yang dilengakpai tangga mencapai dari Rp 50 miliar per unit. Paling tidak, saya berharap pemerintah daerah terlebih dulu membangun kantor Disdamkar,” keluhnya.

Tidak hanya personel dan mobil damkar, lanjut Ma’mur, selama ini Disdamkar Kabupaten  hanya memiliki pos damkar di tiga titik saja yakni di Cibinong, Leuwiliang dan Ciawi. Guna mempercepat pelayanan terhadap masyarakat, di tahun 2018 Disdamkar bakal menambah pos damkar dengan mengandeng pihak swasta.

“Rencannya Disdamkar berkerjasama dengan pihak swasta bakal membangun pos damkar di Kecamatan Parung, Ciomas, Cigombong, Cisarua dan Jonggol untuk mempercepat respon time,”katanya.

Berdasarkan data Disdamkar,  sambung dia, jumlah kebakaran di Kabupaten Bogor selama 2017 tercatat sebanyak 153 kejadian. Angka tersebut meningkat  dibandingkan tahun sebelumnya mencapai lebih dari 130 kejadian. Rata-rata kebakaran yang terjadi di Kabupaten paling tinggi di akibatkan kosleting listrik yakni  di Kecamatan Citeureup, Cibinong, Ciawi, Bojonggede dan Tajurhalang.

Menanggapi permintaan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar berjanji memenuhi kebutuhan sarana prasarana dan SDM di Disdamkar.

“Secara bertahap akan di tambah baik unit dan pembangunan gedung baru di kaji sesuai dengan tata letaknya,” singkatnya.

(ads/b/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *