News, Sport and Lifestyle

Gaet Anak Muda Berwirausaha

METROPOLITAN – Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKKI) Kota Bogor melakukan diskusi bertema membangun sinergitas pelaku jasa konstruksi dalam percepatan pembangunan Kota Bogor, sekaligus melantik pelantikan pengurus DPD AKKI Kota Bogor yang baru, di Hotel Pangrango 2, Kota Bogor, kemarin.

Ketua AKKI Kota Bogor Bambang Pria Kusuma mengatakan, ada beberapa hal yang dikedepankan dalam kepengurusan yang baru. Diantaranya, menjawab tantangan eksistensi AKKI Kota Bogor dalam memberikan andil pembangunan kota, mengingat asosiasi ini masih dianggap baru. “Walaupun sudah ada Musda 2, laporan dari ketum Jabar, di sini eksistensinya kurang, nah hari ini jadi pemacu awal bentuk ijtihad ekonomi, bicara praktis agar tidak hanya sebatas wacana,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Kedua, sambung Bambang, AKKI Kota Bogor ingin menjadi wadah untuk mengembangkan jiwa-jiwa enterpreneur dari anak-anak muda Bogor, agar memberikan andil terkait pembangunan di Kota Hujan. “Tren enterpreneur memang kurang, jarang anak-anak muda, nongkrong dan belajar di Kadin, misalnya, nah diantaranya kami fokus menerapkan generasi yang aware dengan pembangunan kota,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, sesuai tema membangun sinergitas antara pemerintah dan pelaku jasa usaha konstruksi, AKKI berkomitmen sesuai misi tersebut, dan mengawal kebijakan-kebijakan pemkot demi terciptanya iklim usaha yang baik dan kondusif. “ Melakukan yang terbaik untuk kota Bogor.

menjaga komitmen, jangan ragu siap bersinergi melakukan yang terbaik. Mengawal kebijakan-kebijakan pemkot juga,” ucapnya.

Di tempat yang sama, DPD AKKI Jawa Barat Cecep Hidayat menerangkan, dalam pembangunan di wilayah, perlu kerjasama dan hubungan yang baik antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha, khususnya di bidang konstruksi. Di satu sisi, kata Cecep, pemkot perlu memberikan keterbukaan pelayanan sesuai undang-undang jasa konstrusi dalam melakukan pembangunan. Di sisi lain, pengusaha juga perlu mengeluarkan aspirasi. Maka kehadiran AKKI diharapkan bisa menjembatani kedua tuntutan tersebut.

“AKKI komitmen dalam memperjuangkan hal tersebut, agar tercipta kesinambungan bagi pembangunan, khususnya di Kota Bogor. Masalah tidak terbatas pada yang sifatnya teknis, tapi juga administratif, maka harus ada kesepahaman yang utuh,” ucapnya.

Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melihat adanya babak baru di AKKI Kota Bogor. Dia menuturkan, kehadiran asosiasi ini jadi wadah memperbaiki pola komunikasi melalui kesepakatan formal maupun informal. Baginya, membangun kota menjadi pekerjaan yang sulit karena perlu menyeimbangkan keinginan banyak pihak, diantaranya para pelaku jasa konstruksi. Maka perlu ada sinergtas yang baik antara pemkot dengan pihak jasa konstruksi, diantaranya dengan AKKI Kota Bogor.

“Pada dasarnya kami ingin semua dana bisa mengalir untuk warga Bogor sendiri, namun sistem juga mengharuskan kami mengatur mereka yang ingin menanam benih usaha di Kota Bogor. Artinya, PR terbesar pemerintah, bisa memuaskan semua pihak, itu cukup sulit. Ini babak baru di AKKI, apalagi banyak anak muda yang punya banyak inspirasi membangun kota dengan positif,” tuntasnya.

(ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *