METROPOLITAN – Setiap tahunnya, tumbuh seribuan pedagang kaki lima (PKL) baru di Kota Bogor. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop dan UMKM) pun mencatat, sejak 2013 silam jumlah PKL yang ada di kota hujan ini sebanyak 10.522. Menjamurnya PKL menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi Pemkot Bogor. Selain keberadaan PKL yang tidak tertata rapih, pendapatan retribusi yang diperoleh Pemkot Bogor dari sektor usaha itu tidak maksimal.

Merespon keresahan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Minang (DPD IKM) Kota Bogor, bakal menyodorkan solusi jitu kepada Pemkot Bogor. IKMtengah menginventarisir keluarga Minang yang mengais rizki sebagai PKL. Hal itu dilakukan guna memudahkan Pemkot Bogor mendata sebgain PKL. Upaya tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Balaikota Bogor Kamis (11/1) lalu.

Dalam proses pendataan, ditemukan 11.600 anggota IKM yang ada di Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, IKM akan mengklasifikasikan anggotanya yang menjadi PKL.“Tinggal nanti kami lihat saudara kami yang menjadi PKL untuk diarahkan lebih tertib dan mengikuti program pemerintah,” ujar Ketua DPD IKM Kota Bogor, Rizal Utami, saat ditemui Metropolitan, belum lama ini.

Pada dasarnya, Rizal mengatakan bahwa warga Minang sejak kecil telah disadarkan pada budaya tempat ia merantau. Yakni dengan selalu menjunjung tinggi kearifan lokal kota yang dipijak. Karenanya para warga Minang cenderung mengikuti budaya lokal ketimbang membawa budaya tempat kelahirannya. “Kami tidak ingin adanya citra buruk bagi tempat kelahiran kami. Karenanya, kami akan membantu,” papar Rizal.

Penanganan PKL pun menjadi salah satu program eksternal IKM. Selain program kemitraan dengan pemerintah, IKM saat ini tengah fokus penertiban administrasi organisasi. “Prisip kami dalam bahasa minang Basandi Syara yang artinya budaya bersendikan pada agama. Jadi di Kota Bogor ini budaya yang berjalan lurus pada syariah kami wajib pegang teguh,” tuturnya.

(azi/rb/ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here