METROPOLITAN- Pasca penutupan jalur di Gunung Mas oleh pihak kepolisian akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu membuat kawasan Puncak berubah seperti kota mati.  Senin (12/2/2018), di sepanjang Jalur Puncak hampir tidak ada kemacetan sama sekali. Sampai-sampai banyak pedagang kaki lima (PKL) ikut menutup lapaknya.

Seperti di kawasan Simpang Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor terpantau kendaraan begitu lancar melintas sehingga pedagang asongan pun terpantau hanya beberapa gelintir saja.

Tidak hanya itu, di sekitarnya pun hampir tampak tidak ada aktifitas sama sekali. Pengendara yang melintas pun terpantau hanya pengendara motor roda dua, itu pun tidak seramai biasanya.

Hingga Restoran Rindu Alam dan Bumi Nini rupanya juga tidak beroperasi dan masih menunggu Jalur Puncak dibuka. Seperti yang diungkapkan salah satu karyawan Rindu Alam, Joni (59), dimana selagi restoran tutup ia dan karyawan lainnya mencoba mempercantik bangunan restoran.

“Ya karyawan sekarang bersih-bersih aja, ngecat, mempercantik bangunan restoran lah, kayak kerja bakti gitu lah, sampai Jalur Puncak dibuka lagi,” ungkap Joni.

Kasatlantas Polres Bogor Akp Hasby Ristama menyampaikan data keluar masuk kendaraan melalui Gerbang Tol Ciawi dari hari Sabtu,hingga hari ini, Sabtu 10/02.menurun sampai 75 persen. ” Total kendaraan yang melalui gerbang Tol Ciawi ( Keluar-masuk) pada hari Sabtu ( 03/02 ) tercatat, Masuk 23.354 kendaraan, sementara keluar 33.626. Total 56.980 kendaraan,” ungkap Hasby.

Salah seorang pedagang oleh-oleh di Cisarua mengatakan, dampak dari penutupan jalur puncak membuat usahanya gulung tikar.

“Bangkrut mas, tidak ada yang belanja mas. Orang kendaraannya saja kosong begini” aku Ija, salah seorang Pedagang oleh-oleh di Cisarua.

Dia juga mengatakan,sejak penutupan jalan puncak barang dagangannya tidak laku,padahal barang – barang tersebut cepat busuk dan harus dibayar ke pengepul,”Barang dagangan masih numpuk begini,gimana mau bayar ke pengepul,”keluhnya.(ash)

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 3 tentang Pengaturan Lalu Lintas di ruas Jalan Nasional Ciawi- Puncak- Batas Kabupaten Cianjur, dilakukan pengaturan pengalihan arus lalu lintas melalui beberapa jalan alternatif.

Peraturan Menteri yang ditetapkan pada 8 Februari 2018, ini memberlakukan 4 skema pengalihan arus lalu lintas melalui jalan alternatif.

“Untuk kendaraan dari Jakarta ke arah Cianjur dialihkan melalui jalur Bogor, Sukabumi, Cianjur. Sementara dari Jakarta ke arah Cianjur diarahkan melalui Jonggol- Cianjur,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan PM tersebut, Senin (12/2/2018).

Sedangkan untuk kendaraan dari Cianjur ke arah Jakarta dialihkan melalui Cianjur, Sukabumi, Bogor. Dan dari Cianjur ke arah Jakarta dialihkan melalui Cianjur- Jonggol.

Selain itu, penutupan jalan bagi lalu lintas umum di ruas jalan Gunung Mas, Bogor sampai dengan Ciloto batas Kabupaten Cianjur mulai berlaku sejak 6 Februari sampai selesainya proses perbaikan jalan yang rusak.

“Penutupan jalur dimulai 6 Februari 2018 hingga masa perbaikan selesai antara 10-20 hari ke depan,” ungkapnya.

(ash/b/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here