METROPOLITAN – Joko Widodo (Jokowi) resmi mengantongi tiket dari PDI Perjuangan untuk kembali maju pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Kepastian itu merupakan keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam rapat kerja nasional (rakernas) partai berlambang kepala banteng itu di Sanur, Bali, Jumat (23/3).

“Dengan ini saya nyatakan, calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo,” kata Megawati dengan suara memekik dalam pidato pembukaan di Rakernas III PDIP di Grand Inna Beach Hotel Bali, 23 Februari 2018.

Suara pidato Megawati ini disambut sorak-sorai ratusan kader yang hadir dalam rapat. “Siap dimenangkan?” kata Megawati sambil mengangkat tangan berbentuk metal. “Yooooooo!” teriak peserta rakernas yang juga mengikuti gaya tangan metal Megawati.

Keputusan ini pun disetujui secara aklamasi. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mendukung penuh keputusan Megawati untuk mengusung Jokowi pada pilpres 2019. “Keputusan ibu ketum ini sesuai aspirasi seluruh kader PDI Perjuangan di Kota Bogor,” ungkap Dadang.

Menurutnya, keputusan Ketum PDI Perjuangan memberi kepastian bagi kader di tingkat bawah sekaligus menepis isu bahwa partainya akan mencalonkan figur lain. “Semoga keputusan ketum ini akan memberikan imbas pada pilkada Kota Bogor, di mana masyarakat bisa lebih yakin bahwa Pak Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan akan berjalan sinergi dengan cawalkot dari PDI Perjuangan,” ujar Dadang yang juga maju dalam pilwalkot Bogor 2018.

Sementara itu, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada partai berlambang banteng moncong putih. “Jadi dalam rakernas ketiga PDIP di Bali, Ketum PDIP Ibu Hajjah Megawati Soekarnoputri dengan hak prerogatifnya yang diberikan kongres partai telah menetapkan kembali saya sebagai calon presiden 2019- 2024,” kata Jokowi semringah di Pura Dalem Sakenan Serangan, Denpasar, Bali, Jumat (23/2).

Jokowi juga memuji PDIP di bawah kepemimpinan Megawati menjadi partai yang solid. Selain itu, PDIP juga menjadi akar dari Pancasila. Selain itu, tema Rakernas ketiga PDIP yang mengangkat pola pembangunan berdikari untuk Indonesia Raya sesuai dengan arahan Megawati. “PDIP di bawah kepemimpinan Ibu Mega merupakan partai solid, mengakar pancasilais dan tentunya PDIP kuat karena semangat gotong-royong. Itulah yang saya yakin pemerintahan ke depan akan lebih stabil, lebih efektif, karena dukungan partai-partai‎ yang menyatu dengan dukungan rakyat,” lanjutnya.

Partai Golkar menyambut baik keputusan PDIP yang akhirnya mencalonkan kembali Jokowi sebagai capres di pilpres 2019. Menurut Nusron, saat ini sudah banyak partai-partai yang mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi di pilpres 2019.

Tetapi, ia berharap dukungan kepada Jokowi bisa terus bertambah sampai tahapan pencalonan di pilpres 2019 selesai. Partai yang sudah mendukung adalah Golkar, Nasdem, Hanura dan PPP. “Kita tambah kekuatan. Tinggal kita tunggu dari PKB dan Demokrat sekalian,” ucap Korbid Pemenangan Pemilu DPP Golkar Nusron Wahid.

Baik PKB maupun Partai Demokrat belum memiliki jagoan di pilpres 2019. Tetapi Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono digadang-gadang akan diajukan sebagai cawapres di pilpres 2019.

Soal cawapres, Golkar tak keberatan tokoh parpol maupun nonparpol. Bagi Golkar, yang terpenting adalah Jokowi menjadi presiden lagi di periode kedua dengan wapres yang nyaman bagi Jokowi. “Bagi Golkar tidak masalah. Selama cocok dengan Pak Jokowi dan bisa mengisi ruang dan sisi kelemahan Pak Jokowi, baik dari aspek akseptabilitas, ekektabilitas dan kinerja di pemerintahan. Semua kita serahkan sama Pak Jokowi, mana yang dianggap terbaik,” tandasnya.

(feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here