News, Sport and Lifestyle

Kades Ciburuy Dukung Petani Soal Ganti Rugi Gagal Panen

Cigombong – Jalur irigasi yang mengairi 50 hektare sawah di Desa Ciburuy sampai kini belum mendapat penanganan. Bahkan para petani mengeluhkan,sudah tiga musim mereka gagal panen. Ternyata,dari keterangan juru Pengairan Wilayah Cigombong Sulaeman,ada sekitar 11 saluran irigasi yang terganggu akibat dari pembangunan Tol Bocimi tersebut.

Diantaranya adalah, jaringan irigasi Ciburuy, Ciadeg sampai ke Desa Tugu Jaya. Dia mengaku kesulitan untuk mengontrol saluran – saluran air tersebut. “Untuk masuk ke daerah jalan tol itu sangat sulit,karena pemeriksaannya terlalu ketat,” katanya.

Menanggapi hal itu kepala UPT Pengairan Wilayah Ciawi Eka Sukarna menjelaskan,saat ini pihaknya terus berupaya agar air tetap bisa mengairi sawah – sawah petani. Sementara untuk perbaikan secepatnya akan dilaksanakan. “Kami akan mengusahan agar air tetap bisa mengalir ke sawah petani,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Ciburuy Iwan Sofwan Zaqi memaparkan, untuk air sedikit sudah mengalir meski kondisi fisik saluran tidak baik. Tapi yang jadi persoalan adalah, petani meminta ganti rugi kepada pengembang jalan tol agar penghasilan mereka yang gagal panen selama tiga musim dapat diganti. “Yang jelas siapapun belum ada  koordinasi ka desa apalagi  ke masyarakat,” terangnya. Kalau  pengairannya,sambung dia,sudah dkerjakan cuma hasilnya belum maksimal. “Airnya belum  normal,yang jadi masalah  sekarang tentang kompensasi ganti rugi gagal panen,” tutupnya.

(ash/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *