RUMPIN – Akibat galian pasir ilegal anak Sungai Cisadene di Desa Rumpin dan Sukasari Kecamatan Rumpin setiap hari terus terus mengalami pergeseran. Minimnya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Bogor membuat aktivitas tersebut kian merajalela sehingga merusak lingkungan.

Ketua Forum Mahasiswa Bogor Sabri Maulana saat melakukan penanaman pohon di bantaran anak sungai Cipinang mengungkapkan, hari ini dari kawan-kawan komunitas The Green dan mahasiswa mencoba melakukan penghijauan untuk menangkal terjadinya longsor dan erosi di bantaran sungai.

“Upaya ini guna menyadarkan kaula muda, agar memiliki rasa simpati dan empati peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, untuk menyadarkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri, kalau Indonesia ini memiliki hutan trofis ketiga di dunia.

“Tapi di satu sisi kita juga sangat kecewa Indonesia peringkat pertama deporestasi di dunia, yaitu sekitar 680.000 haktar pertahun,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Danramil Rumpin Kapten CAJ Adi Yuhanda, mengatakan, penanaman pohon ini memang direncanakan sudah lama. Para memperhati lingkungan Komunitas The Green melakukannya di Kecamatan Rumpin dan Koramil ikut melihat ulah pengusaha yang mengeploitasi alam.

“Keinginan dari kelompok The Green ini, kita sambut untuk bersama-bersama melaksanakan  pembersihan sampah yang ada di bantaran Kali Cipinang dan melakukan penanaman pohon,” pungkasnya.

(sir/b/sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here