GUNUNGPUTRI – Banyaknya pungutan liar (pungli) yang terjadi di SDN 05 Gunungputri membuat wali murid menggelar aksi, hal itu berbuntut pada pemanggilan, dan intimidasi terhadap wali murid yang dilakukan oleh sejumlah oknum guru SDN 05 Gunungputri. Hal itu mendapat sorotan dari Irjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Irjen Kemendikbud Daryanto mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kasus yang terjadi di SDN 05 Gunungputri tersebut.

“Jika ditemukan pelanggaran, maka pihaknya tak segan menindak tegas,semua oknum yang terlibat ” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Untuk diketahui, SDN 05 Gunungputri didemo wali murid, lantaran diduga banyaknya pungli dari kongkalikong antara komite sekolah, dengan kepala sekolah.

Salah seorang wali murid SDN 05 Gunungputri, Sembiring mengungkapkan, pungli yang terjadi di sekolah tersebut mencapai angka yang fantastis, mulai dari biaya masuk pendaftaran sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pembelian buku paket, hingga pemeliharaan bangunan, dan yang lainnya.

“Jika dikalkulasikan, uang tersebut mencapai angka lebih dari Rp1 miliar, dan tidak ada laporan pertanggungjawaban atas pemakaian uang tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap, masalah yang meresahkan wali murid ini dapat segera diselesaikan oleh instansi terkait. Apalagi, lembaga pendidikan adalah lembaga yang mendidik para generasi muda, namun jika sudah mencontohkan hal-hal yang kurang baik, mau jadi apa generasi muda nantinya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN 05 Gunungputri Pepiliana berkilah, dirinya tak mengetahui mengenai dugaan pungli tersebut.

“Saya belum mengetahui detailnya masalah ini, baru akan dirapatkan, dan dikomunikasikan masalah ini,” singkatnya.

(tri/b/sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here