KEMANG – Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) atau warung remang-remang (Warem) di Kecamatan Kemang, makin tak terkendali saja. Bisnis hiburan malam yang menyediakan sarana bernyanyi, minuman keras dan pelayanan dari perempuan seksi ini seolah sudah mendapat izin Pemerintah Kabupaten Bogor.

Hal tersebut disinyalir karena pengawasan dan penertiban yang sangat lemah. “Sudah bosan kami bicara dan protes soal THM di wilayah ini. Mungkin kemaksiatan sudah mendapat pengakuan dan izin di wilayah Kabupaten Bogor,” kecam Zaid (31) warga Kemang yang juga aktifis di salah satu Universitas Swasta di Jakarta.

Hal serupa diungkapkan oleh dua tokoh masyarakat Kecamatan Kemang, yaitu Ketua MUI Kecamatan Kemang M.Zen dan Ketua KNPI Kecamatan Kemang Nur Imam Saputra. Kedua tokoh tesebut mempertanyakan keseriusan dan komitmen Pemkab Bogor dalam pelaksanaan progam Nobat yang telah digagas mantan Bupati Rachmat Yasin.

“Seharusnya program pemberantasan penyakit masyarakat tersebut terus konsisten dilakukan demi ketertiban umum dan terjaganya nilai kebenaran agama juga budaya,“ ujar Nur Imam.

Dari penelusuran Metropolitan, dibeberapa lokasi yang identik dengan keberadaan THM, tampak sudah berdiri puluhan bangunan liar karoke dan kafe live musik. Seperti di Blok Empang, Blok Yuli, Blok Kiray, Blok PWRI.

(dyn/b/sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here