Mohon maaf sebelumnya, silahkan saja bila pembaca ingin menghinaku, memang saya sudah merasa diri ini sudah tak pantas lagi disebut istri yang yang baik. Kisah ini berawal dari pertemuanku dengan seorang pria. Sebut saja namanya Yd. Aku sudah menikah dan memiliki dua anak tapi aku tak bisa menolak saat ada pria lain memberikan sentuhan berbeda dengan suamiku. Maaf ya suami, aku tak bisa melepaskan cinta terlarang ini.

Pertemuan aku dengan Yd memang tak sengaja. Kami bertemu di bus malam, saat perjalanan menuju Yogyakarta. Awalnya hanya ngobrol biasa, lama-lama kami saling menaruh rasa. Bukan lagi rasa biasa tapi seperti nafsu yang sama-sama ingin memuaskan. Saat duduk bersebelahan di bus itu, tangannya mulai gerayangan menjamah tubuhku. Tapi aku menikmatinya. Kami pun berbuat hal terlarang dalam bus malam itu. Sepanjang malam kami hampir tidak tidur sampai Jogja.

Sampai di terminal sekitar pukul 03:30 WIB, kami pun bertukar nomor HP. Kami berpisah di terminal. Saat itu suami saya sudah setia menunggu. Selama di rumah saya mengalami kebingungan antara rasa mengkhianati suami dan rasa menikmati kejadian itu. Setelah dua hari tidak ada kontak dengan YD. Namun beberapa hari sebelum pulang ke Bekasi, dia menelepon dan meminta aku bertemu lagi. Saat itulah perasaan saya mulai bingung lagi antara mau dan tidak. Dan akhirnya Sabtu pagi saya janjian dengan dia di terminal. Saya menggunkan motor dan membawa dua helm karena mengikuti isyaratnya Yd.

Jam 8 kami pun bertemu di terminal. Jadwal Yd naik bus jam 16:00 WIB. Dia memang sengaja mengambil jadwal bus paling sore. Kami berdua langsung pergi waktu itu saya hanya membonceng dan nggak tau mau dibawa kemana. Ternyata saya dibawa ke kost temannya. Kayaknya dia sudah janjian dengan temannya karena begitu kami datang temannya langsung pergi, katanya sampai malam dan mempersilahkan kami istirahat di kamar kostnya.

Dan hari itu sampai jam tiga sore, kami hanya berdua hanya di dalam kamar kost temannya. Kami pun kembali melakukan perbuatan yang terlarang. Saya sebagai wanita juga menikmati itu semua karena baru saat itu saya berhubungan badan hingga berkali kali dalam satu hari. Sebagai seorang istri saya mengakui saya salah dan dosa, tetapi sebagai mahluk hidup saya membutuhkan ini semua. Sampai saat ini saya belum bertemu lagi dengan Yd. Maafkan aku suamiku harus bagaimana lagi kalau sudah seperti ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here