Paslon ESA Gali Potensi Tiap Kelurahan

by -

METROPOLITAN – Ada yang berbeda saat calon wali kota Bogor nomor urut dua, Edgar Suratman, melakukan kampanye di Kampung Bojongmenteng, RT 01/11, Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, kemarin. Bukannya menyampaikan harapan dan keluhan, warga Kampung Bojongmenteng lebih mempertanyakan program unggulan yang dimiliki paslon dengan slogan ESA di pilwalkot Bogor 2018. “Jadi mereka menanyakan program prioritas saya apa. Lalu saya jelaskan progresnya, lebih bicara pada dasarnya indeks manusia harus bisa meningkatkan daya beli,” kata Edgar.

Menurutnya, daya beli yang dimaksud ialah dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan masyarakat Kota Bogor. Artinya, segala potensi yang ada di setiap kelurahan harus bangkit dan diberikan program-program unggulan agar bisa membanggakan Kota Bogor hingga dikenal internasional. “Jadi kalau bisa tidak hanya lapis talas dan roti unyil saja yang dikenal, melainkan dari sektor makanan dan minuman juga itu harus. Minimal kalau di Yogya ada Dagadu, Joger ada di Bali, kalau di Kota Bogor ada Ngabogor,” ucap bapak satu anak ini.

Dalam kesempatan ini, Edgar mengapresiasi sambutan yang diberikan warga Kampung Bojongmenteng. Sebab, hampir semua warga yang datang dalam pertemuan silaturahmi ini sepakat terhadap apa yang diperjuangkannya bersama pasangannya, Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat, di bursa pemilihan kepala daerah lima tahunan itu. “Alhamdulillah (warga mengapresiasi, red). Mereka juga ada yang mengenal saya sudah sejak 40 tahun yang lalu dan dapat dipastikan mereka sudah akrab dengan saya,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bojongmenteng, Dedi M Tauhid (62), menilai bahwa program-program yang dimiliki Edgar-Sefwelly cukup baik karena fokus kepada pembangunan karakter Sumber Daya Manusia (SDM) warga Kota Bogor. Sehingga, saat ini hanya tinggal menggarap pembangunan karakter itu secara rinci di program yang dimiliki. “Saya kira program yang ditawarkan itu cukup strategis. Apalagi memang saat ini dan ke depan isu strategisnya tidak jauh dari pemberdayaan manusia. Jadi visi-misi apa pun kalau tidak didukung oleh SDM yang berkarakter dan baik itu, tidak akan berhasil,” tandasnya.

(rez/b/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *