Link Banner

METROPOLITAN – Setelah sekian lama belum ada penyesuaian, akhirnya Pemkot Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) di 15 kelurahan di Kota Bogor. Dari yang tadinya Rp160 ribu per meter, hingga Rp200 ribu, naik menjadi Rp243 ribu per meter.

Penyesuaian NJOP berdasarkan usulan dari musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) dan hasil kajian dari tim Bapenda. “Jika dilihat di 15 daerah tersebut tidak ada yang nilainya masih dibawah Rp243 ribu, harga pasarannya. Kita sesuaikan juga, tidak asal naikin. Sementara yang paling tinggi, NJOP di masih di Jalan Pajajaran, yakni Rp6,8 juta per meter,” ujar Kabid Pendataan dan Pelayanan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Bambang Suhermawan.

Adapun 15 wilayah tersebut antara lain, Kelurahan Katulampa, Sindangrasa, Sukasari, Bojongkerta dan lain-lain. Menurut Bambang, kenaikan NJOP ini berdasarkan pada ketentuan undang-undang dan perda yang ada, yakni disesuaikan tiga tahun sekali. Kota Bogor sendiri, penyeusian NJOP keseluruhan, 2015 dan kembali akan dilakukan 2019 mendatang. “Terlepas dari penyesuaian setiap tiga tahun, ketentuannya juga bisa disesuaikan tergantung dari cepat tidaknya wilayah itu berkembang. Kalau memang cepat berkembang, di aturannya sendiri, bisa disesuaikan setiap tahun,” terangnya.

Untuk penyesuaian NJOP, Bapenda beberapa kali melakukan pertemuan dengan Pemkab Bogor terkait NJOP di wilayah mereka. Hal itu untuk membandingkan NJOP di desa Kabupaten Bogor dengan kelurahan di Kota Bogor. “Intinya tetap disesuaikan, kalau di wilayah perbatasan. Untuk kecamatan, paling tinggi di Bogor Tengah,” paparnya.

Dia menambahkan, perhitungan NJOP juga dinilai dari kemampuan masyarakat dan kondisi ekonomi sosial-nya. Semisalnya satu lokasi yang awalnya tanah kosong, kemudian dibangun hotel atau mall, maka NJOP-nya akan meningkat. “Itu nilai tambahnya tinggi sekali. Perhitungannya khusus, dibandingkan dengan daerah lain,” kata Bambang.

(*/mam)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here