Hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan pengocokan nomor urut pasangan calon(paslon) peserta pemilihan kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Seluruh paslon di Kota/kabupaten Bogor akan resmi mengantongi nomor urut, pasca pengundian.  Akankah, nomor urut mereka membawa hoki di tahun baru imlek yang sebentar lagi tiba?

16 Februari 2018, umat Tionghoa akan merayakan pergantian tahun. Memasuki tahun anjing tanah,  seluruh kandidat yang maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) dan pemilihan walikota (Pilwakot) Bogor akan bertarung memperebutkan kekuasaan sebagai kepala daerah.  Tapi  sebelum itu, masing-masing akan mendapatkan nomor urut paslon yang hari ini akan dilakukan pengocokan oleh KPU kota/kabupaten Bogor.

Bicara soal nomor urut,  dalam ilmu FengShui,  setiap angka memiliki arti tersendiri.  Dalam dunia feng shui, angka memiliki makna gaib yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.

“ Orang tionghoa percaya bahwa angka memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari dan termasuk berbagai peruntungan(hoki) dan juga berbagai masalah (kesialan),”ungkap ahli fengshui.

Seperti nomor satu yang diartikan sebagai rezeki uang dan sukses karir. Nomor ini diyakini jadi nomor pembawa hoki  ketimbang nomor lainnya.  Bila diurutkan dari nomor 1-9 maka ada empat angka yang dianggap baik. Yakni 1,6,8, dan 9. Sedangkan di luar itu, ahli fengshui mengartikannya sebagai hal yang kurang baik.  (Lihat grafis).

Percaya atau tidak, angka ini diyakini akan berpengaruh terhadap peruntungan calon yang hari ini resmi mengantongi urut. Bukan hanya angka, bahkan ahli Fengshui juga memperhitungkan shio-shio yang diprediksi bakal mencapai puncak kejayaan di Tahun Anjing Tanah.  Dari yang paling mujur, sedang dan sial. Menurut  ilmu topografi Cina, dari 12 shio, ada tiga shio yang dianggap paling beruntung. Meliputi, shio ular, kuda dan kambing.

Adapun shio yang peruntungannya di tingkatan sedang seperti shio Kerbau, Macan, Naga, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi. Sedangkan sisanya, dianggap  yang paling sial. (lihat grafis).

Meski begitu, sejumlah paslon tampaknya tak terlalu memikirkan hal itu. Calon bupati Bogor 2018 Ade Yasin misalnya. Ia mengaku tidak memasang target untuk soal nomor urut. Baginya, berapapun nomor urut yang didapat adalah yang terbaik.

“Bagi saya nomer berapapun bagus, saya serahkan kepada Allah,” kata Ade Yasin.

Senada, calon bupati Bogor lainnya, Jaro Ade, tidak terlalu menanggapi serius soal nomor urut. Menurutnya, berapapun nomor urut yang didapat adalah pemberian Allah.

“Saya bila perlu tidak pakai nomor urut, tapi karena ada aturan, jadi nomer berapa saja saya rasa itu pemberian dari Allah,” kata Jaro Ade sambil berkelakar.

Namun, tidak dengan para pendukung calon. Di Kota Bogor, Ketua Organizing Committee (OC) paslon RZ, Atang Trisnanto berharap paslon yang didukungnya mendapat nomor urut diangka dua atau tiga. Angka itu dipilih dengan mempertimbangkan jumlah peserta pemilu di Pilwalkot Bogor yang berjumlah empat pasangan. “Kenapa dua dan tiga, kita ada ditengah-tengah dan kita ingin mengsinergikan kanan dan kiri, depan dan belakang, atas dan bawah, saya anggap nomor itu sebagai perekat,” kata Atang yang merupakan Ketua DPD PKS Kota Bogor.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Badra, Safrudin Bima mengaku tidak menargetkan angka dalam pengundian nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota Bogor. “Berapa saja, hasil perjuangan semua itu (nomor urut). Jadi ada filosofinya semua nomor, kami sudah siapkan,” kata lelaki yang akrab disapa SB.

Seperti diketahui, pasca penetapan calon kemarin, hari ini KPU Kabupaten Bogor akan melakukan pengundian nomor urut paslon pilbup di Gedung Tegar Beriman.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti mengatakan, masing-masing pasangan calon akan mengambil satu per satu nomor yang telah disediakan secara acak berdasarkan nomor urut pendaftaran.

“Jadi nanti paslon ambil satu persatu nomor, urutannya berdasarkan nomor pendaftaran,” terangnya.

Saat pengundian nomor urut, masing-masing paslon hanya boleh membawa maksimal 75 orang simpatisan atau pendukung. Pembatasan ini dilakukan karena keterbatasan tempat. Usai pengundian, para paslon juga akan menandatangani deklarasi damai bersama  KPU, Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Bogor dan Muspida Kabupaten Bogor.

“Setelah rangkaian acara selesai semua akan menuju Lapangan Tegar Beriman untuk mengikuti simulasi pengamanan Pilkada Serentak 2018 oleh Polres Bogor dan instansi terkait lainnya,” tutur Haryanto.

Sebelumnya, KPU telah memverifikasi seluruh berkas paslon.

“Berdasarkan hasil penelitian dan verifikasi administrasi serta verifikasi faktual, lima paslon ini memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai pasangan calon yang akan maju di pilbup Bogor 2018,” kata Haryanto usai penetapan.

Sementara di Kota Bogor, pelaksanaan pengundian nomor urut paslon peserta pilwakot Bogor 2018 akan digelar di gedung SKI Katulampa, Tajur, Kecamatan Bogor Timur. Komisioner KPU Kota Bogor, Bambang Wahyu menjelaskan, bahwa setiap paslon hanya diperbolehkan membawa sebanyak 50 orang pendukung dalam agenda pengocokan nomor urut. Diharapkan, yang datang dalam kegiatan itu tidak melebihi batas kuota yang sudah ditetapkan KPU Kota Bogor. “Kita batas maksimal 50 orang. Dengan tempat yang terbatas kita harapkan tidak melebihi batas maksimal itu,” kata Bambang.

(fin/rez/d/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here