METROPOLITAN — Puluhan tahun sudah, masyarakat Desa Cibeuteng Udik berpenghasilan utama dari hasil panen pertanian tanaman singkong.

Alhasil, jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai menu kuliner itu tenar hingga keluar wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Saat ini, tak kurang sari 180 hektare wilayah itu terbentang lahan pertanian.

Sekretaris Desa (Sekdes) Cibeuteng Udik Topik Hidayat mengaku, warga setempat kebanyakan berprofesi sebagai petani yang mengelola hasil sumber daya alam (sda) diwilayah setempat.

“Pertanian singkong terus dijaga secara turun menurun. Kami terus pertahankan dab biasanya prodak olahan dari tanaman singkong bisa dihidangkan menjadi tape, makanan ringan (kripik) dan lainnya,” kata dia kepada Metropolitan kemarin.

Dia menjelaskan, pertanian singkong bisa bertahan dikala musim kemarau dan hujan. Hasil tanaman inipun bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Biasanya petani menjual hasil penen ketengkulak, atau kepasar tradisional. Alhamdulilah, hingga saat ini hasil pertanian Desa Cibeuteng Udik sudah bisa dikenal ke khalayak luas,” pungkasnya.

(yos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here