Link Banner

SDN Kedunghalang 5 Kota Bogor, dinilai berhasil melestarikan pencak silat melalui kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul). Hal ini terbukti ketika ajang Bogor Silat Championship (BSC) series 1 Tahun 2018, di Gedung Olahraga (GOR) Pajajaran, Jalan pemuda, Kecamatan Tanahsareal, beberapa waktu lalu, dengan berhasil meraih juara umum.

Dengan mengirimkan 25 siswa kelas II hingga VI, sekolah pimpinan Endang Widjiarti ini berhasil merebut 18 medali emas, dan 7 perak piala Dinas Pemuda dan Olahraga (DSIPORA) Kota Bogor.

“Saya merasa senang dan bangga, karena olahraga pencak silat sudah menunjukkan ketangkasannya untuk bersaing memperebutkan gelar juara,” ujar Endang saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Selain itu, sambung dia, pencak silat merupakan seni bela diri peninggalan nenek moyang yang sudah tumbuh dan berkembang di sekolah ini.

“Keberhasilan peserta didiknya dalam meraih prestasi pencak silat itu, merupakan atas dukungan semua pihak, termasuk dalam hal ini peran sekolah atau dunia pendidikan untuk saling bekerjasama, mendukung dan dilakukan secara terus menerus,” bebernya.

Di dalam pencak silat, aspek kekuatan tidak hanya bisa menimbulkan tenaga yang kuat, namun juga bisa melatih staminan para atlitnya agar bisa bertahan disegala medan.

“Jadi dalam menentukan ekskul, sekolah selalu mempertimbangkan minat, bakat dan hobi peserta didik,” bebernya.

Untuk itu, tambah Endang, ekskul pencak silat sangat diminati para siswa. Bahkan, para siswa lebih tertarik untuk melirik pencak silat. Di samping sebagai hobby, olah raga ini juga memiliki fungsi untuk kesehatan jiwa dan raga.

“Banyak manfaat yang bisa didapat, dibandingkan dengan jenis olah raga lainnya,” ungkap Endang.

Apalagi, sambung dia, jika ditinjau dari sudut fisik, mental, dan pengetahuan.

“Kalau dari segi fisik, pencak silat melatih tidak saja otot-otot kita saja, tetapi juga organ dalam, darah, kulit dan tulang,” tukasnya.

(tur/ar/yok)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here