METROPOLITAN Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor menahan Syam Suarman, seorang pegawai Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), karena dugaan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang saat masih menjabat Kepala Unit Pasar Merdeka, kemarin siang.

Syam ditetapkan sebagai tersangka per 19 Februari. Namun, Kejari Bogor baru melakukan penahanan kemarin. Selama 20 hari ke depan, SS yang kini bekerja sebagai staf keamanan dan ketertiban PD PPJ pusat telah dikirim kejari ke Lapas Paledang sebagai tahanan titipan dan terancam kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Tersangka melakukan pungli terhadap seluruh pedagang kios, terhadap kios los maupun nonlos. Harusnya pungutan hanya Rp200 ribu, sedangkan pedagang harus bayar Rp700 ribu. Jadi punglinya Rp500 ribu. Ada ratusan kios, artinya ada kerugian negara hingga ratusan juta rupiah di situ,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor Widianto Nugroho kepada Metropolitan, kemarin.

Widi menambahkan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa dokumen aliran dana medio 2013-2014 saat SS menjadi kepala unit di pasar yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan tersebut. “Kami juga masih menyelidiki jumlah pasti punglinya, ada di kisaran ratusan juta,” jelasnya.

Selain itu, kejari juga masih menyelidiki keterlibatan pegawai lain selain Syam yang ikut menikmati hasil pungli ini. Namun, pihaknya belum menetapkan tersangka lain, karena tim penyidik masih mendalami kasus ini. Termasuk juga adanya dugaan setoran ‘ke atas’ yang dilakukan tersangka dalam kasus ini.

Ada dua orang lagi, bawahan SS saat itu yang juga kami periksa. Jadi kami belum bisa menetapkan tersangka atau bukan. Termasuk bagaimana aliran dana itu, masih kami dalami baik ke atas, rangkaian ke direksi, ke sejawat ataupun ke bawahnya. SS ini kan pelaku utama, dia yang menyuruh,” ujarnya.

Widi menegaskan, SS disangkakan Pasal 12 huruf e dan Pasal 5 serta Pasal 11 Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1991 tentang Tindak Pidana Korupsi. “Dia diancam pidana maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Operasional PD PPJ Syuhaeri Nasution menyatakan, pihaknya mendukung jalannya proses hukum yang menjerat stafnya tersebut. Namun sebelum adanya putusan inkrah dari pengadilan, lanjut Syuhaeri, PD PPJ akan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menjaga nama baik SS sebagai pekerja di perusahaan pelat merah tersebut.

Kami kaget, karena rasanya persoalannya tidak sampai sebesar itu. Kami harap semua pihak, termasuk kejari tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada yang bersangkutan. Meski begitu, PD PPJ tetap mendukung proses hukum dengan sebaik-baiknya,” ucapnya saat ditemui di kantor pusat PD PPJ, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, kemarin.

Syuhaeri menambahkan, PD PPJ akan mengusahakan bantuan hukum untuk mantan Kepala Unit Pasar Gunungbatu tersebut dalam proses hukum ini. Apabila nantinya terbukti bersalah, SS juga terancam dipecat dari pekerjaannya sebagai staf bagian keamanan dan ketertiban PD PPJ.

Bantuan hukum akan kami bicarakan dengan direksi yang lain, sepertinya akan kami usahakan. Kemudian jika nanti sudah inkrah, sudah terbukti bersalah atau tidak, tentu akan ditindak sesuai aturan. Kan sudah ada aturannya, ya bakal diberhentikan secara tidak hormat,” tuntasnya.

(ryn/c/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here