News, Sport and Lifestyle

RUMAH KORBAN PEMBANTAIAN SATU KELUARGA JADI HOROR

METROPOLITAN- Pasca pembantaian satu keluarga di Sukamakmur, bekas rumah milik korban pembakaran J (42) di Kampung Cijurey RT 1/ 1 Desa Sukaharja berubah jadi horor.

Salah seorang warga, Jumasih (53) menceritakan, sejak kasus pembunuhan sadis terjadi, kampungnya jadi makin sepi.  Suasana ini berbeda dari sebelumnya.

“Ya namanya juga habis ada kasus mungkin pada takut juga, jadi kalau udah pukul 19.00 WIB, di sini mah sepi, biasanya masih suka banyak yang di luar rumah,” ucapnya

Jumasaih pun menceritakan soal keseharian almarhum pelaku dan korban. Ia menduga kalau pembantaian itu dipicu karena pelaku, TS tak terima mantan istrinya menikah lagi dengan lelaki yang usianya terpaut 21 tahun.

“Nikahnya juga baru dua minggu, jadi setelah tiga bulan sepuluh hari, C dan ES menikah. Mungki dia (pelaku-red) itu enggak terima,” ujar seorang warga,

Menurut Jumasih, hubungan antara TS dan C nampak baik-baik saja pasca C dan ES resmi menjadi pasangan suami istri. Bahkan, TS sempat bersilaturahmi ke rumah C yang statusnya sudah bukan lagi istrinya.

“Iya pernah liat sekali pas udah nikah datang ke sini, kalau pas nikahnya mah ga datang, jadi memang keliatannya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Jumasih pun tak menyangka mantan suami C itu justru melakukan hal yang sangat mengejutkan pasca dua minggu pernikahan C. “Iya ga disangka-sangka, kita mah tetangga tahunya baik-baik aja, karena setelah bercerai juga, TS sesekali suka main ke rumah C pas sebelum menikah lagi,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, istri korban yang baru dinkahi dua minggu  C,  masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Culeungsi lantaran mendapat banyak luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya. “Ibunya dan adik-adiknya sekarang kayanya lagi di rumah sakit, nemenin,” terangnya

(tib/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *