METROPOLITAN – Setiap harinya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor diharuskan mengangkut sampah 2.650 ton. Sedangkan jumlah kemampuan pengangkutan hanya 600 ton per hari. Akibatnya sering terjadi penumpukan sampah di mana-mana yang dikeluhkan warga Kabupaten Bogor.

Hal ini semakin diperparah dengan status Tempat Pembuangan Sampah (TPAS) Galuga, yang sudah overload dan  jumlah armada truk sampah yang di miliki DLH  belum memenuhi kriteria ideal. Berdasarkan data yang ada, saat ini hanya 156 unit truk pengangkut sampah yang digunakan itu pun termasuk kendaraan tua yang seringkali mogok saat pengangkutan. Kepala DLH Kabupaten Bogor Pandji Ksatriadi mengakui pihaknya kewalahan dalam menangani sampah. Saat ini, sarana prasarana tidak berbanding lurus dengan timbunan sampah saat ini. Jika dikonversikan ke per orang, dalam sehari satu jiwa bisa membuang sampah setengah kilogram. “Dalam waktu sehari saja DLH Kabupaten Bogor diharuskan mengangkut sampah mencapai 2.650 ton, sedangkan jumlah kemampuan pengangkutan hanya 600 ton per hari. Akibatnya sering terjadi penumpukan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Bogor Atis Tardiana menambahkan, menjelang Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada  21 Februari 2018 mendatang, kata dia, kondisi TPAS Galuga menjadi pekerjaan rumah yang berat dan harus segera dibenahi. Sedangkan keinginan peningkatan jumlah armada pun hanya sebuah angan. Sebab, harus terbentur dengan anggaran yang ada. “Kita sudah beberapa kali mengajukan penambahan armada hanya memang kemampuan anggaran belum mencukupi untuk membeli kebutuhan,” ungkapnya.

Kondisi TPAS Galuga semakin diperparah dengan rusaknya alat berat penggerus sampah yang sudah berjalan satu pekan. Meski begitu, Atis mengklaim saat ini pembuangan sampah sudah bisa dilakukan seperti biasa. Namun belum berjalan maksimal karena yang baru bisa beroperasi satu unit dozer dan 1 unit ekssavator pc 100 (kecil). Pihaknya saat ini hanya mengharapkan lelang tender alat berat yang diajukan DLH bisa segera terealisasi setelah sempat mengalami gagal lelang. “Kalau perbaikan (alat) membutuhkan waktu dua minggu, kita lagi berusaha pinjam alat ke PUPR,”katanya.

Guna mengurangi timbunan sampah dan pelanggaran akibat membuang sampah sembarangan, DLH) bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor menggelar  Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada para pembuang sampah sembarangan di Kecamatan Cibinong dan Bojonggede. “Ada 34 yang kena sanksi tipiring akibat pembuang sampah liar dan sembarangan. Mereka kena denda Rp200 ribu,” kata Atis

Menurutnya, OTT sampah akan dilakukan terus menerus bukan hanya di Cibinong saja akan tetapi di titik-titik rawan sampah lainnya, sebagai upaya buat efek jera kepada warga untuk tidak mengulanginya lagi.  ”Kami meminta kesadaran masyarakat kalau tidak mau membersihkan, minimal tidak membuang sampahnya sembarangan. Sudah terkendala teknis di dinas, masyarakat malah tetap membuang sampah sembarangan,” tukasnya.

(ads/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here