METROPOLITAN – Perseteruan antara massa Front Pembela Islam (FPI) Bogor Raya dengan salah seorang pejabat di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor selesai sudah. Di tengah kerumunan massa, Kasi Penerangan Agama Ujang Ruhiyat berdiri di atas mobil boks. Ujang meminta maaf atas pernyataannya dalam makalah yang disampaikannya saat diskusi ilmiah di Kampus STIT Sirojul Falah Cibinong.

Didampingi Ketua Kemenag, Ujang mengklarifikasi soal makalahnya yang telah membuat kegaduhan. Ia mengaku menyesal dan berjanji tidak mengulanginya lagi. “Sebenarnya ucapan atau tulisan dalam makalah merupakan pikiran yang pernah berkembang dan mengemuka di masyarakat,” ujar Ujang.

Ia juga menjelaskan bahwa materi dalam makalah tersebut murni representasi pikiran pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi Kemenag Kabupaten Bogor. “Saya khilaf, mohon dimaafkan. Sekali lagi bahwa ini tidak ada kaitannya dengan kantor Kemenag Kabupaten Bogor. Murni kesalahan saya. Ini akan menjadi pelajaran bagi saya ke depannya dan untuk kehidupan pribadi saya ataupun dalam berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Perwakilan Dewan Pimpinan Cabang FPI Cibinong Ustadz Rizal dalam orasinya menuturkan, kedatangan FPI adalah melakukan aksi damai dalam meluruskan apa yang dituduhkan pejabat Kemenag. “Dalam rangka meluruskan apa yang telah dibicarakan tentang katanya arogannya FPI. Kira-kira kalau kita difitnah, enak tidak?” ujarnya.

Ustadz Rizal menyampaikan bahwa FPI telah memaafkan. Namun, ia pun mengingatkan bahwa hal tersebut jangan sampai terulang kembali. “Walaupun dia sudah meminta maaf, kita maafkan. Lain kali kalau bicara harus dipikir dulu. Kalau sampai terulang, kita proses ke jalur hukum,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kamenag Kabupaten Bogor Dadang Ramdhani secara pribadi maupun kelembagaan meminta maaf atas kesalahan atau kekhilafan Ujang Ruhiyat. Ia pun memastikan bahwa lembaganya sangat menjaga sekali eksintensi ormas-ormas yang ada di Kabupaten Bogor. “Akibat keteledoran, keluguan dan tidak menjaga situasi dan kondisi yang terjadi, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan. Kami dari Kemenag meminta maaf atas kesalahan ini, baik kepada FPI, HTI, MMI, Laskar Jihad dan umat Islam,” ungkap Dadang.

Sedangkan masalah sanksinya, tentunya ada. Salah satunya tentang kedisiplinan pegawai negeri. Namun, akan dikaji dulu seperti apanya dan pastinya Kemenag akan melaporkan apa yang terjadi ke kantor Kemenag pusat. “Sanksi pasti ada. Yang pasti aksi ini tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat dan tetap buka seperti biasa,” ujarnya. Usai melakukan aksi damai dengan berorasi, ratusan anggota FPI membubarkan diri dengan tertib.

(ads/c/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here