Ciawi – Gedung Pelayanan Obsterti Neonatal Emergenci Dasar (PONED) yang menginduk pada pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Ciawi, sampai saat ini masih belum juga dipergunakan. Padahal pembangunannya menggunakan dana dari APBD,yang jumlahnya tidak sedikit.

Kini,bangunan tersebut seolah seperti rumah hantu yang tidak berpenghuni. Tidak seperti Poned yang ada dipuskesmas lain,selalu ramai oleh pengunjung,atau setidaknya ada dokter atau perawat yang jaga. Karena sesuai dengan fungsinya bahwa PONED adalah untuk pelayanan kedaruratan.

Belum berfungsinya PONED itu, menurut Kepala UPT Kesehatan Ciawi drg Salma al – atas,karena belum adanya alat – alat kesehatan (Alkes) dan kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). “Di PONED belum ada alat kesehatannya,dan kendala kedua tidak ada SDM. Dokter saja hanya tiga orang,dan perawat cuma 4 orang,” ungkapnya.

Selain itu,lanjutnya,kini Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sedang mengupayakan mencari Alkes pindahan dari rumah sakit atau puskesmas lain. “Sekarang sedang diupayakan alat kesehatan pindahan dari Puskkesmas lain,” jelas dia. Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari komisi IV Habib Agil berjanji akan mengusahakan secepatnya agar PONED tersebut memilki alat kesehatan yang memadai. “Mudah – mudahan dengan berjalannya PONED,maka pelayanan bisa terbagi antara RSUD dengan PONED,sehingga tidak numpuk di rumah sakit,” tegasnya.

(ash/b/suf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here