Sering Banjir, Pasar Parungpanjang Ditinggal Pembeli

by -15 views

PARUNGPANJANG – Rusaknya infrastruktur jalan akses menuju Pasar Parungpanjang dan buruknya drainase, menyebabkan banjir di pasar tersebut. Banjir tersebut tentu berpengaruh terhadap minat masyarakat belanja di pasar yang ada di Desa Parungpanjang itu.

Penurunan pengunjung sudah sangat dirasakan ketika musim hujan datang. “Masyarakat sudah tahu saat hujan turun pasti pasar Parungpanjang banjir. Ini dapat mempengaruhi tingkat pengunjung pasar,” kata Kepala Unit Pasar Parungpanjang Iqbal kepada Metropolitan, kemarin.

Iqbal mengungkapkan, saat musim hujan yang intensitas tinggi, berdampak banjir di lantai bawah dalam pasar, karena drainase di luar pasar lebih tinggi ketibang lantai bawah pasar. Selain drainase yang buruk, tumpukan sampah dari pedang PKL menutupi drainase, sehingga aliran air menutupi jalan dan mengalir ke dalam lantai bawah pasar.

“Kita menarik sampah dari pedang PKL itu dalam sehari sebanyak satu truk calt disel lebih. Kalau sampahnya dari PD pasar yang mengelola, sedangkan pedagang PKL itu dikelola oleh pemerintah Desa (Pemdes) Parungpanjang,” ucap Iqbal.

Kata dia, persoalan untuk perbaikan drainase itu bukan kewenangan pihaknya. Tapi itu kewenangan di UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. “Setelah saya lihat di pagu anggaran UPT PUPR tahun ini memang ada perbaikan jalan akses ke Stasiun Kereta Api (KA) Parungpanjang. Saya meminta agar dibuat drainase biar nanti tidak banjir lagi, “katanya.

Selain itu Iqbal menambahkan, rencana pembangunan Pasar Parungpanjang sudah tahap pembentukan tim panitia. Bahkan dari PD Pasar sudah membentuk tim. “Mudah – mudahan di tahun 2018 ini, sudah bisa dilaksanakan perbaikan total Pasar parungpanjang. Kami dari direksi sudah menandatangani, tinggal menunggu pihak pemborongnya,” pungkasnya.

(sir/b/sal)