CIBINONG – Tak ada aturan di negara ini yang melarang ulama memberikan dukungan kepada pasangan calon kepala daerah.
“Apalagi pernyataan dukungan disampaikan secara personal,” kata Haries Setiawan, Direktur Pemenangan Ade Yasin-Iwan Setiawan dalam siaran persnya Minggu, (4/2).
Haris memberikan pernyataan menyusul adanya tuduhan sejumlah ulama tidak netral dalam Pilbup Bogor.
Menurut Haries, sejauh ini tak ada dukungan politik secara resmi kepada pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan dari organisasi ulama seperti Majelis Ulama Indonesia. Dirinya mengerti dalam AD/ART nya MUI tidak berpolitik.
“Dukungan yang kami dapatkan berasal dari personal ulama, dan itu murni hasil ijtihad dan doa mereka. Karena barangkali jumlah ulama di Kabupaten Bogor yang mendukung kami itu mayoritas, jadi munculah tuduhan tersebut.” kata Wakil Sekjen DPP PPP.
Menurut Haries, wajar para ulama ada di kubunya. Karena pasangan Ade Yasin – Iwan Setiawan menempatkan ulama di atas umaro. Bahkan, setiap program-program keummatan harus selalu dikonsultasikan kepada ulama.
“Semua orang tahu dulu bagaimana di zaman Pak RY ulama dimuliakan. Kami pun sama. Sinergi ulama dan pemerintah daerah menjadi role model untuk Ade Yasin dan Iwan Setiawan,” terangnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here