METROPOLITAN – Sebagai ketua Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa perlu untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan wilayah-wilayah penyangga ibu kota. Hal itu ia sampaikan saat bertandang ke Kota Hujan, dan mengadakan audiensi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Anies juga berkunjung ke berbagai lokasi di Kota Hujan, seperti meninjau pembangunan kolam retensi di Tanahbaru dan melihat kondisi bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Anies mengatakan, kedatangannya ke Bogor untuk silaturahim dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, sekaligus membahas penanganan masalah banjir di ibu kota. Menurutnya, penanganan itu harus dilakukan dengan kerjasama dengan wilayah sekitar, khususnya Kota Bogor. “Kami dari Jakarta khusus datang ingin silaturahim melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus juga membuka babak baru di dalam kerja sama ini,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Sebagai badan lintas teritori, ucap Anies, peran BKSP memang harus dioptimalkan. Hubungan antar wilayah harus baik dan sama-sama menghindari ego geografis dalam mengatasi berbagai problem. Sehingga, ketika bicara dengan pemerintah pusat, tidak lagi per kota/kabupaten dan provinsi, tetapi sebagai satu kesatuan. “Cara kita mengelola harus berubah. Duduk bersama, rumuskan termasuk bagaimana pembangunan jalan infrastruktur, penataan sungai rancang bersama,” ujarnya.

Sejak ditetapkan sebagai ketua BKSP Jabodetabekjur per 8 Februari lalu, dirinya mengaku ingin badan ini punya perencanaan yang komprehensif diantaranya dalam penanganan banjir.

“Saya jadi ketua BKSP, meliputi 12 kota/kabupaten, lakukan khusus task force untuk siapkan langkah pencegahan banjir, pengendalian air dari hulu sampai hilir. Tidak ingin sporadik, perencanaan matang dan eksekusi. Ya secepat mungkin lah,” imbuhnya.

Anies menambahkan, pertemuan resmi dengan Pemkot Bogor baru pertama kali dilakukan sejak ia menjabat gubernur DKI Jakarta. Ia berharap pertemuan ini menjadi babak baru kerja sama antara Pemprov DKI dengan Pemkot Bogor. “Memang kami menyadari ini pertemuan pertama kali gubernur datang ke Wali Kota Bogor, tetapi kami merasa sudah saatnya kami ini bekerja sama kolaboratif,” katanya.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kedatangan Anies ke Bogor merupakan sebuah sejarah. Sebab, sebelum Anies, tak ada gubernur DKI Jakarta yang datang ke Bogor. “Ini sejarah bagi kota Bogor, karena saya baru tahu sepanjang 536 tahun kota Bogor, baru kali ini gubernur Jakarta datang ke sini,” ucap Bima.

Ia mengaku sudah berharap lama agar Pemkot Bogor dan Pemprov DKI duduk bersama membahas kerja sama antara dua kota tersebut. Namun, baru di era Anies, hal tersebut dapat terealisasi.

“Saya menyampaikan dari zaman Pak Ahok (mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama), bahwa kami duduk sama-sama, karena ini bukan masalah siapa butuh siapa, ini masalah bersama, dan saya bersyukur akhirnya Pak Anies yang datang ke sini,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Chusnul Rozaqi mengatakan, kedatang gubernur DKI Jakarta ini juga sekaligus untuk melihat langsung, pekerjaan-pekerjaan di sekitar sungai Ciliwung yang kerap membawa air ke ibukota dan menyebabkan banjir. “Di beberapa wilayah, seperti banjir di sekitar sungai Ciliwung, harus ada pembenahan. Nah beberapa titik di Bogor juga ada kerja sama, karena mereka juga berkepentingan, salah satunya kolam retensi di Cibuluh itu,” pungkasnya.

(ryn/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here