30 Persen Pajak Kendaraan Hilang

by -

METROPOLITAN – Berdasarkan data Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Bogor, pendapatan dari pajak kendaraan 2017 hanya mencapai 70 persen atau setara Rp 472 miliar dari jumlah kendaraan yang mencapai 1.646.365 unit. Sebanyak 30 persen dari pemilik kendaraan masih menunggak pajak kendaraan bermotor dengan berbagai alasan seperti motor hilang atau rusak.

Kepala Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Bogor, Ateng Kusnandar menerangkan, jumlah kendaraan di Bumi Tegar Beriman mencapai 1.646.365 unitm itu terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat. Diakuinya ketaatan bayar pajak kendaraan di Bumi Tegar Beriman cenderung lemah. Namun, dalam realisasi pendapatan pajak kendaraan pada 2017 lalu, mampu melampaui target hingga Rp472 miliar. ”Realisasi kita 106 persen di akhir tahun dengan nilai pajak yang di peroleh Rp 472 miliar ”katanya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2018 pihaknya akan berupaya mendokrak capaian pendapatan pajak lebih dari 70 persen. Terdapat tunggakan pajak kendaraan yang masih mencapai 30 persen, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkab Bogor. “Kami sudah menginventarisasi mulai dari desa maupun kelurahan terkait jumlah kendaraan bermotor untuk dilaporkan kepada pemerintah provinsi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Dedi Bachtiar menambahkan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan dengan memberikan kemudahan seperti penambahan outlet khusus baik di pusat dan daerah perbatasan dan menambah jumlah kendaraan Samsat keliling di setiap kecamatan. “Kami berikan kemudahan serta pemaham sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor,” katanya.

Terpisah, Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor Polisi Resor Bogor Dicky Pranata menyebutkan, hingga Februari 2018, penambahan kendaraan baru baik kendaraan roda dua maupun roda empat mencapai hampir 12.000 unit mulai. Namun hanya 55 persen wajib pajak yang telah melaksanakan kewajibannya.

Kami dari kepolisian dengan Dispenda gencar operasi kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang (KTMDU),” tukasnya.

(ads/dik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *