Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor berencana menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor untuk melakukan sosialisasi terkait kepemiluan. Langkah ini juga dilakukan agar para pelajar yang masuk pemilih pemula bisa mengambil sikap menolak politik uang.

 

Laporan: Arifin

 

Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan roadshow di seluruh kecamatan untuk sosialisasi aturan dan potensi pelanggaran pilkada. “Banyak cara yang kami lakukan untuk mengcounter politik uang, kami sudah sosilaisasi pengawasan partisipatif ke kecamatan-kecamatan. Ke depan, kami juga akan bekerjasama dengan Disdik, minimal pemilih pemula bisa memahami dan mengetahui terkait politik uang sehingga bisa menolaknya,” kata Ridwan kepada Metropolitan.

 

Bahkan, Panwaslu berencana melakukan sosilaisasi ke majelis taklim dan DKM. Majelis taklim menjadi sasaran karena umumnya didominasi kaum ibu dan diharapkan bisa menularkan pemahamannya minimal ke keluarganya sendiri. “Ke depan kami juga akan ada sosialisasi ke mereka yang belum tergarap seperti majelis taklim dan DKM. Kenapa belum digarap, karena kami juga masih mengkaji anggarannya bisa nggak ke sana, karena kan harus dapat persetujuan dulu dari Jabar. Kenapa di majelis, karena lebih enak sasarannya ibu-ibu. Minimal mereka bisa menyosialisasikan ke keluarganya sendiri,” terangnya.

 

Ridwan pun mengingatkan, kandidat maupun masyarakat tidak terjebak dalam politik uang. Sebab, pemberi maupun penerima sama-sama akan terkena sanksi pidana jika terbukti. “Politik uang yang jelas pemberi dan penerima sama-sama kena pidana. Jadi kami berpesan kandidat tidak melakukan politik uang dan masyarakat juga menolak. Jika terbukti, kami akan menindaknya sesuai aturan,” tegas Ridwan.

(fin/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here