Selatah ikut keluar Kota bersama David, Dia memperkosaku berkali-kali, aku terlalu lelah untuk melawan karena semakin aku meronta-ronta dia semakin kuat mendekapku, aku hanya bisa menangis dan menyesali kebodohanku.

Di sela-sela tangis, aku bertanya kenapa dia tega memperkosaku. Pandangannya begitu sinis, tampa ekspresi dia menjawab pertanyaanku, “Kamu sudah tidak PERAWAN lagi kan? kegadisanmu sudah direngut oleh Abdi!” Beberapa hari yang lalu, Abdi menemuiku, memintaku meninggalkanmu dan saat aku menolak permintaanku dia mentertawaiku”.

Kata Abdi, “Kamu sudah mendapat barang bekas, yang sudah aku pakai selama dua tahun ! kalau tidak percaya bisa kamu buktikan kebenarannya.. kamu ajak dia tidur!! “

Aku pulang ke kosku sendirian, aku tidak ingin lelaki bejat itu mengantarku pulang. Aku membencinya! Setelah peristiwa malam itu, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun juga dan yang lebih menyakitkan lagi Abdi mentertawai apa yang aku alami, dia puas telah menghancurkan hidupku.

Aku benci laki-laki!! aku menjadi tertutup dan kehilangan semangat untuk hidup.

Aku larut dengan kesedihanku, tak terpikir olehku bahwa hasil perkosaan malam itu bisa membuatku hamil, dan memang benar, Aku HAMIL. Aku berharap David bahagia dengan khabar ini, tapi ternyata yang aku dapat hanya makian. Sambil tertawa sinis, dia berkata padaku,“Kamu salah kalau datang padaku, apa bukti kalau aku ayah biologis dari bayi yang ada dikandunganmu ! ! sudah pergi sana, dasar pelacur !”

Aku pikir suatu saat dia akan berubah dan menyadari kalau apa yang dia lakukan salah, tapi ternyata itu hanya harapan belaka. Saat aku mencoba mengunjunginya untuk kedua kalinya, ternyata dia sudah berhenti dari pekerjaannya dan kembali ke Medan. Pupuslah sudah harapanku, aku harus menanggung aib ini sendirian.

Aku panik dan berusaha menggugurkan janin yang tidak berdoa ini dengan meminum jamu yang aku harap bisa menjatuhkan janin yang ada di rahimku. Suatu sore, saat mandi aku lihat ada gumpalan darah di lantai, aku senang sekali karena terlepas dari aib hamil diluar nikah.

Tapi ternyata rahimku belum bersih, masih ada yang tersisa dan harus di bersihkan “kerok” oleh dokter. Keteledoranku sangat fatal dan aku baru menyadarinya saat aku ditemukan jatuh pingsan tepat didepan dokter praktek kandungan. Aku tau ini bukan kebetulan, tapi Tuhan masih sayang padaku.

Ternyata sisa janin yang ada di rahimku telah membentuk jaringan, dan kalau tidak dibersihkan “kerok”, jaringan itu akan membusuk dan bisa menyebabkan kematian bagiku. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here