Kesedihan masih menyelimuti rumah keluarga mendiang Justinus Sinaga (41), sopir Grab yang tewas dibunuh di kawasan Gunungbunder, Pamijahan, Kabupaten Bogor. Apalagi saat jenazahnya tiba di rumah duka, tangisan histeris sang kakak memecah prosesi pemakaman.

Kakak kandung Justinus, Maria Magdalena Sinaga, tak dapat menahan air matanya. Lebih dua jam dia duduk di aspal menanti kedatangan jenazah adiknya dari enam bersaudara.

Maria menceritakan, Justinus telah lama merantau ke Bogor. Justinus juga memiliki pergaulan yang baik dan dikenal ramah dengan rekan-rekan sekampungnya. “Sudah lama adikku ini merantau. Sejak tamat STM sempat menganggur setahun, setelah itu lah merantau dia ke sana. Baik kali ini orangnya, ramah dia sama kawan-kawannya. Nggak pernah ribut di kampung ini,” kata Maria.

Maria melanjutkan, pada Februari 2018, Justinus sempat balik memenuhi janji kepada adik mereka yang sakit. Saat itu juga Justinus bereuni dengan rekan-rekan lainnya. 

“Baru lagi balik dia ini sebulan kemarin. Ada adik yang sakit makanya dia janji datang melihat. Dibilangnya jangan pula sampai datang pas sudah meninggal, makanya dia pulang janji sama mamak dan kami semua,” ungkap Maria.

Tak lama bercerita, Maria teriak histeris begitu melihat mobil ambulans. Bapak Johanes, Bapak Johanes,” teriak Maria Magdalena Sinaga melihat iringan mobil yang membawa jenazah adiknya dari kejauhan sekitar 100 meter di Jalan Bahlias, Lotong VIII, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, Selasa (6/3/2018), kemarin.

Justinus diketahui terakhir kali bekerja membawa penumpang ke daerah Gunungbunder, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia membawa penumpang dari Holland Bakery Cibuluh Bogor antar ke Gunungbunder, Pamijahan, pada Jumat (5/3/2018). Namun tak kunjung pulang dan selulernya tidak bisa dihubungi.

Akhirnya, jenazah Justinus ditemukan berada di sekitar Pasir Reungit, Gunungbunder, Kabupaten Bogor. Justinus ditemukan pihak keluarga dalam keadaan kedua tangan dan kakinya terikat lakban, begitu juga mulutnya.

Kapolsek Cibungbulang Kompol Agus Suyandi mengatakan, tewasnya Justinus diduga dilakukan penumpang yang menggunakan jasa taksi online korban. “Mobil, ponsel, uang hilang, tapi tidak ada bekas luka senjata tajam. Hanya mungkin ada luka lebam seperti kena pukulan saja,” ungkapnya.

(tib/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here