News, Sport and Lifestyle

Bentuk Transparansi Publik Dalam Bantuan Sosial

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setda Kota Bogor, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Hibah Bantuan Sosial (Bansos) secara online dengan menggunakan Sistem Aplikasi Hibah Bansos Terpadu (Sahabat), di Hotel Onih, Jalan Paledang Kecamatan Bogor Tengah, 12-13 Maret 2018. Kegiatan dihadiri 200 Kepala Seksi (Kasi) Kemasyarakatan kecamatan dan kelurahan, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Bogor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Pemkot meluncurkan pelayanan baru, yakni hibah bansos secara online, bernama Sahabat. Layanan ini, sambung Ade, diluncurkan sebagai bentuk transparansi publik di bidang bantuan sosial.

“Melalui Sahabat, anggaran hibah bantuan sosial harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Bogor. Sehingga terwujud pembangunan masyarakat yang madani,” katanya kepada wartawan, kemarin (12/3) siang.

Ade melanjutkan, program kegiatan hibah bantuan sosial secara online ini bisa berjalan optimal jika masyarakat dan aparat terkait, mendapatkan pemahaman petunjuk pelaksanaan dan teknis.

“Ini bagian dari implementasi sistem hibah bantuan sosial secara online, agar dapat mengoptimalkan pengelolaan operator hibah bantuan sosial di perangkat daerah, kecamatan dan kelurahan Se-Kota Hujan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Adkesra Setda Kota Bogor Iman menuturkan, Bimtek digelar agar peserta dapat memahami prosedur hibah bansos online, mulai dari pengajuan, verifikasi, pencairan hingga prosedur pertanggungjawaban dana yang diterima.

“Setelah ini, diharapkan aparat dapat menginformasikan kepada masyarakat penerima hibah bansos, sesuai dengan yang diajukan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Iman menjelaskan, sistem aplikasi Sahabat mengedepankan transparansi, dimana warga bisa mengakses berapa jumlah bantuan hibah bansos yang diterima. “Bagi penerima hibah bansos, yang ingin mengetahui apa kekurangan dan berapa dana yang diterima, dan sudah sejauh mana proses pengajuannya. Tinggal klik Nomor Induk Kependudukan (NIK),” ujarnya.

Iman berharap, adanya aplikasi Sahabat ini, bisa juga unutk mempermudah pengajuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), menjadi lebih terencana. Aplikasi Sahabat ini, kata Iman, sudah selesai dirancang dan rencananya akan diluncurkan akhir bulan ini.

“Namun kami akan menyosialisasikan ke masyarakat terlebih dahulu. Nantinya warga bisa dipandu oleh peserta yang hari ini (kemarin, red) mengikuti pelatihan. Kami juga sedang membuat database RTLH, dengan wilayah. Ajuan RTLH akan dinput kelurahan. Kalau datanya sudah masuk database, maka pengajuan bisa diproses, kalau tidak, ditunda dulu,” pungkasnya.

(ryn/dik/c)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *