Ditipu Preman, PKL Citeureup Marah

by -

CITEUREUP – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Mayor Oking dan Jalan PU Citeureup menolak adanya kutipan yang dipungut sejumlah preman. Pasalnya kutipan yang berdalih mengamankan PKL nyatanya ketika akan ditertibkan sejumlah preman tidak dapat berbuat banyak. Alhasil PKL tetap akan digusur, kini para PKL mulai pasrah dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah.

Salah seorang PKL di Jalan PU Anwar mengatakan, selama ini dirinya sudah menyetor sejumlah uang kepada oknum preman agar bebas berjualan, nyatanya para preman tidak dapat berbuat banyak.

” Para oknum preman ternyata membohongi kami para pedagang PKL. Katanya kalau sudah membayar kita bakal tidak ditertibkan. Nyatanya pemerintah tetap akan melaksanakan. Ternyata selama ini kami sudah dibohongi para preman,” kesalnya.

Dia bersama 70 PKL lainnya yang berdagang di Jalan PU semalam menggelar rapat di pasar. Rencananya pihaknya akan menempati Pasar Citeureup 1 dan sepakat tidak akan lagi memberikan uang yang mengatasnamakan pengamanan kepada sejumlah preman yang tidak jelas keberadaanya.

Hal senada juga dibenarkan oleh Ketua RW 01 Citeureup Sutrisno. Menurutnya kemarin malam ada pertemuan antara PKL dengan didampingi polsek di Pasar Citeureup yang membahas penataan PKL dan menolak keberadaan preman.

“Semalam ada rapat antara PKL dan pengelola parkir yang didampingi Polsek Citeureup membahas penataan PKL dan menolak pungutan dari sejumlah preman,” singkatnya.

Sementara ditempat terpisah pengelola parkir yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pengelola parkiran di seputaran Pasar Citeureup 1 dan 2 serta sejumlah ruko yang berada di Jalan Mayor Oking Citerueup, bakal mempolisikan sejumlah preman yang mengutip parkiran secara tidak sah yang tidak dilengkapi dengan surat tugas.

“Bahwa selama ini ada yang mengelola sejumlah parkiran di sejumlah tempat diwilayah Citeureup secara tidak sah, mereka tanpa dibekali surat tugas dan surat perintah ,mereka adalah sejumlah preman yang menguasai lokasi parkiran. Akibatnya apa yang dilakukan para preman tersebut sangat merugikan, soalnya mereka melakukan pungutan untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.

“Tanpa adanya surat perintah mereka mengambil uang parkir, ini tidak benar karena mereka memungut uang parkir tetapi tidak disetorkan,” jelasnya

Terpisah Kapolsek Citeureup melalui Wakapolsek AKP. Anak Agung Raka membenarkan adanya pertemuan antara para PKL, perwakilan PT Baraya, sejumlah aparatur Desa Citeureup yang bertempat di Pasar Citeureup.

(tri/b/sal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *