Kenalkan Budaya Ekonomi Kerakyatan untuk Pengangguran

by -

 

Menurut Edgar, untuk aspirasi yang disampaikan warga Kampung Sindangrasa ini masih sama seperti yang dirasakan warga di daerah lain di Kota Bogor. Walaupun memang ada spesifikasi yang berbeda di setiap wilayahnya. “Secara garis besarnya masih hampir sama. Tapi, kalau disini pengangguran juga masih ada,” kata Edgar.

Dengan begitu, ia menawarkan program yang dimiliki ke masyarakat, khususnya program budaya ekonomi kerakyatan. Artinya, kalau masih ada warga yang menganggur akan diberdayakan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. “Bisa di bidang pengolahan sampah, makanan dan minuman hingga handycraft atau kerajinan tangan. Tinggal nanti disesuaikan dengan keinginan dan kecenderungan mereka. Untuk titiknya nanti akan ditata oleh dinas terkait,” ucapnya.

Tak hanya itu, Edgar juga menjelaskan, bahwa ada persoalan lain yang dirasakan masyarakat disini, khususnya terkait putus sekolah. Tentu persoalan ini harus disikapi, yakni dengan cara di inventarisir lalu diberikan jaminan mereka mendapatkan pendidikan. “Jadi, kalau memang warganya mau dengan program pkbm, ya paket A, B dan C itu harus masuk kesini. Intinya harus ada jaminan tidak ada yang putus sekolah,” jelas dia.

Edgar menambahkan, alasan pemilihan titik lokasi silaturahmi bersama warga dipilih di kediaman warga yang tidak layak huni sebenarnya adalah realita yang terjadi di lapangan. Diharapkan, siapapun yang nanti terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota Bogor dapat menyikapi hal ini. “Tentu ini harus disikapi oleh siapapun itu, begitu pun kalau saya yang dipercaya menjadi pemimpin nanti. Apalagi, masyarakat disini lugu, mendukung kebijakan pemerintah asalkan memberikan maslahat dan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Edgar.

(rez/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *