Cijeruk – Pasca bencana Maseng,yang menewaskan 5 korban jiwa, sampai kini  penanganannya masih belum tuntas. Para pemilik rumah yang berada di sekitar lokasi longsor dihimbau untuk pindah,karena dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan.

Saat ini, para pemilik rumah yang terkena dampak longsor harus hidup terlunta – lunta. Pasalnya, hidup di kontrakan – kontrakan dan tidak mendapat bantuan untuk membayar sewa rumah.Hal itu diungkapkan Kepala Desa Warung Menteng Maman Fatullah, ia mengaku kebingungan,karena untuk mengucurkan bantuan rehab bagi yang terkena dampak itu tidak mungkin. Karena rumah – rumah mereka barada di lahan milik PT KAI. “Salah satu persyaratan untuk Rumah tidak layak huni (RTLH) itu harus berada dilahan pribadi,” jelasnya.

Kendati demikian,Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor Mohamad Burhani bertekad mendorong pemerintah agar permasalahan pemukiman yang terkena dampak bencana di Kampung Maseng segera dituntaskan. “Kami akan mengupayakan agar pemerintah bisa menuntaskan permasalahan pemukiman warga ini,” tegasnya,usai memberikan santunan pada korban. Dia juga mengatakan,Bantuan yang diberikan tersebut adalah kerjasama antara KNPI Kabupaten Bogor dengan PT Astra. “Santunan ini adalah kerjasama antara PT Astra dan KNPI kabupaten Bogor,” tutup dia.

(ash/b/suf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here