Setelah ramai gelaran festival burung di Istana Bogor pada Minggu (11/3), giliran dua kuda gratifikasi yang menyita perhatian. Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan dua kuda dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ke Istana Bogor. Kuda-kuda itu sebelumnya dilaporkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai barang gratifikasi.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono bersama Kasubdit Pengelolaan Kekayaan Negara III Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Karman Kamal mengantarkan kuda itu untuk ditipkan di Istana Bogor. “Karena ini binatang hidup kemudian KPK belum memiliki fasilitas untuk mengelola barang semacam ini, untuk sementara kita titipkan di Istana,” ujar Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono.

Giri berharap, penitipan dua kuda tersebut di Istana Bogor dapat menjadi edukasi masyarakat, khususnya soal barang yang diterima oleh pejabat negara. Ia juga memuji keteladanan Presiden yang rutin melaporkan barang-barang gratifikasi ke KPK.

Selain kuda, KPK juga menyerahkan sejumlah barang gratifikasi yang dilaporkan Presiden. Benda tersebut nantinya akan dititipkan di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Kompleks Istana Bogor.

Berdasarkan hasil kalkulasi KPK, nilai barang gratifikasi yang dilaporkan Presiden mencapai angka Rp58 miliar.

“Ada enam boks. Nanti DJKN akan menyebutkan apakah barang-barang itu ditaruh di museum (Balai Kirti) atau untuk pembelajaran di tempat lain atau dilelang atau hal-hal lain demi kepentingan dan kemaslahatan bangsa,” tandas Giri.

Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran menjadi pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar selama 2017 hingga saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi karena Presiden memberikan keteladanan yang luar biasa dan di akhir tahun kemarin pada saat hari anti-korupsi dunia, kita memberikan penghargaan sebagai pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here