News, Sport and Lifestyle

Minat Masih Tinggi, Jumlah TKI asal Sukabumi Miningkat

METROPOLITAN – Minat warga Kabupaten Sukabumi untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri masih tinggi. Pada awal tahun ini, sudah ratusan warga diberangkatkan menjadi TKI ke berbagai negara. Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, jumlah TKI yang diberangkatkan pada Januari dan Februari 2018 mencapai 188 orang. Jumlah tersebut belum ditambah jumlah TKI yang diberangkatkan pada awal Maret 2018.

Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri pada Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Tatang Arifin, mengatakan bahwa jumlah TKI yang diberangkatkan di 2018 ini meningkat dibandingkan periode yang sama 2017 lalu. Pada Januari dan Februari 2017 lalu, jumlah TKI yang diberangkatkan hanya sebanyak 98 orang. Sementara, pada Januari dan Februari 2018 jumlah TKI yang diberangkatkan naik menjadi 188 orang. Namun negara tujuan para TKI ini tetap sama, yakni sejumlah negara di Asia, terutama Malaysia, Taiwan, dan Singapura.

Tatang menerangkan, jumlah TKI terbanyak dikirimkan ke Malaysia. Pada Januari dan Februari 2018 tercatat sebanyak 66 orang TKI yang dikirim ke Malaysia. Berikutnya Taiwan sebanyak 47 orang dan Singapura sebanyak 43 orang. Negara lainnya yang menjadi tujuan, yakni Brunai Darussalam, Hongkong, dan Uni Emirat Arab (pekerja formal-Red).

Menurut Tatang, TKI yang diberangkatkan pada 2018 ini pada umumnya bekerja di sektor informal. Sementara, yang bekerja di sektor formal jumlahnya masih sedikit. Hal ini sejalan dengan tingkat pendidikan mayoritas TKI yang diberangkatkan. Pada umumnya pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Contohnya, pada Januari dan Februari, tercatat lulusan SD sebanyak 33 orang, SMP sebanyak 44 orang, dan SMA sebanyak 22 orang.

Sebelumnya, Kabupaten Sukabumi meluncurkan layanan terpadu satu pintu (LTSP) penempatan dan perlindungan TKI. Layanan ini akan mempermudah para calon TKI mengurus persyaratan dan mencegah pengiriman TKI ilegal. Peresmian LTSP TKI ini dilakukan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, pada akhir Desember 2017 lalu. “Dalam satu tempat ini semua layanan bisa diselesaikan para calon TKI,” ujar Marwan.

Layanan ini sangat memudahkan masyarakat sehingga tidak repot dan tidak banyak mengeluarkan biaya. Di LTSP TKI ini, kata Marwan, terdapat sejumlah lembaga yang dilibatkan. Di antaranya, Disnakertrans, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, Polres Sukabumi, RSUD Sekarwangi, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, pemkab bisa memantau TKI yang diberangkatkan tersebut legal atau ilegal. Sebab, data terhubung secara langsung, baik dari kantor imigrasi, aparat kepolisian, maupun Disdukcapil.

Selama ini ada sejumlah TKI asal Sukabumi yang diketahui bermasalah karena diberangkatkan melalui jalur ilegal atau nonprosedural. Kelak, fenomena semacam ini bisa dicegah dengan adanya LTSP.

(rig/rep/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *