Periksa Trasmart, Satpol PP Lewat Pintu Belakang

by -

Satpol PP Kota Bogor menepati janjinya untuk mendatangi lokasi pembangunan pusat perbelanjaan modern Transmart, di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (26/3). Dilokasi petugas mendapati puluhan pekerja dibantu dua unit alat berat tengah sibuk meratakan tanah dan memasang tiang pancang. Karena dijaga ketat sejumlah orang, aparat penegak Perda terpaksa masuk memalui pintu belakang. Kehadiran petugas untuk memastikan perusahaan ritel milik Chairul Tanjung itu menghentikan aktifitas pembangunan, sebelum mengantungi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Bogor Saryana mengatakan, pada Senin siang pihaknya mengerahkan sekitar dua puluh petugas untuk melakukan pengecekan di lokasi. Tiba di lokasi petugas mendapati puluhan orang pekerja dari pihak kontraktor pelaksana melakukan aktifitas perataan tanah dan pemasangan pondasi. Selain sejumlah pekerja, petugas juga mendapati dua unit alat berat yang tengah beroperasi.

Petugas Satpol PP sempat kesulitan masuk memalui pintu depan. Hal itu disebabkan sejumlah orang dari pelaksana melakukan penjagaan di pintu depan. Para penjaga tidak memperkenankan petugas untuk masuk. Tidak kehilangan akal, petugas Satpol PP memilih masuk melalui pintu belakang. “Kita tidak bisa masuk melaluji pintu depan karena dijaga. Akhirnya kita melalui pintu belakang. Besok pelaksana kami panggil ke kantor,” papar Saryana.

Satpol PP Kota Bogor, kata Saryana, pihaknya sudah menyampaikan teguran keras dan sudah melayangkan surat pemanggilan kepada pihak pelaksana pembangunan. Saryana menambahkan, seharusnya, pihak Transmart tunduk pada aturan berupa menghentikan pembangunan sebelum terbit izin.

“Kami sudah panggil pihak kontraktor. Mereka janji besok (hari ini, red), datang ke kantor (Satpol PP),” terangnya. Sementara itu, pihak pelaksana yang berada di lokasi enggan memberikan komentar kepada awak media.

Sebelumnya diberitakan, pada akhir pekan lalu, sejumlah aktifitas pembangunan di lokasi Gedung Transmart di Jalan Raya Tajur kembali menggeliat. Sejumlah pekerja terlihat sibuk memasang paku bumi dengan menggunakan menggunakan alat berat. Padahal Satpol PP Kota Bogor, sudah memerintahkan agar tidak ada aktifitas pembangunan di lokasi tersebut, sebelum izin keluar. Tentu saja sikap membandel dari pengembang gedung TransMart membuat Satpol PP geram.

Kepala Bidang Penegak Perda (Gakperda) Satpol PP Kota Bogor Dani Suhendar mengaku geram dan kecewa karena pengembang yang dinilai tidak taat dan bandel karena sudah beberapa kali ditegur, agar tidak melanjutkan pembangunan.

Menurut Dani, seharusnya pihak Transmart tidak memaksakan dan ngotot membangun sebelum mengantongi ijin IMB. Entah kenapa pihak Transmart sudah berani melakukan penbagunan, padahal ijin apapun belum dimilikinya.

“Intinya afktifitas pembangunan disana harus segera dihentikan. Kalau masih ngotot, Satpol PP akan langsung melakukan penyegelan, sesuai tahapan prosedur aturan,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman enggan berkomentar banyak soal polemik pembangunan Transmart Tajur. Dia hanya mengatakan, lokasi tersebut memang rawan kemacetan, maka wajar jika warga sekitar menolak keberadaan mal tersebut. “Belum kesana. Karena belum ada tembusan apa-apa. Boleh di cek di dinas lah. Kalau warga nolak, itu harus didengar,” katanya saat dikonfirmasi.

Di lain tempat, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi pun meminta Pemkot Bogor, melalui Satpol PP dan Dinas Perumkim, agar bisa menindak tegas aktifitas pembangunan Transmart Tajur tersebut.  Menurut Kiwong, sapaan akrabnya, jika memang belum mengantungi IMB, tidak boleh ada aktifitas apapun.

“Harus ditindak tegas, karena mereka belum memiliki izin IMB. Seharusnya mereka mematuhi seluruh peraturan peraturan yang ada di Pemkot Bogor dulu lah. Tempuh dulu proses perijinan, baru membangun. Ini membuat buruk citra Pemkot Bogor loh,” tuntasnya.

(ryn/dik/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *