Tiap Paslon Minimal Punya Lima Akun Medsos

by -

METROPOLITAN – Dua minggu sudah masa kampanye di Pilkada Serentak Kota Bogor 2018 telah berlangsung. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor yang sudah menyerahkan akun media sosial (medsos) yang digunakan untuk keperluan kampanye. “Iya belum. Tapi waktu pelaksanaan kampanye media massa masih lama, baru mulai tanggal 10 Juni,” kata Komisioner KPU Kota Bogor, Bambang Wahyu.

Meski demikian, pendaftaran akun medsos ini wajib hukumnya didaftarkan masing-masing paslon melalui tim pemenangan ke KPU Kota Bogor, minimal lima akun. Hal itu sudah sesuai dengan PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye. “Karena kalau dilaporkan ke KPU maka KPU dan Panwas bisa mengawasi akun itu. Kampanye di luar akun adalah pelanggaran dan Panwas yang akan menertibkannya. Berat ringannya pelanggaran Panwas yang berhak menentukan,” ujarnya.

Sementara itu, calon wakil wali kota Bogor dari nomor urut satu Zaenul Mutaqin membenarkan jika pihaknya belum menyerahkan daftar nama akun medsos yang akan digunakan dalam masa kampanye ini. Sebab, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan KPU Kota Bogor untuk mengetahui bagaimana aturan secara rinci akun medsos tersebut. “Kita ingin tahu dulu akun medsos paslon itu seperti apa. Karena, ada perorangan yang membuat akun atas nama pasangan dan itu bagaimana, sementara kami bukanlah adminnya,” kata lelaki yang akrab disapa ZM.

Hal senada diungkapkan Tim Pemenangan Paslon ESA dengan nomor urut dua, Iwan. Menurutnya, akun medsos pasangan Edgar-Sefwelly baru akan diserahkan ke KPU Kota Bogor pada Sabtu (3/3). “Nanti tanggal 3 Maret. Akun yang didaftarkan FB, Instagram, Twitter dan website paling. Untuk nama akun masih dipikirkan,” kata Iwan.

Ditempat berbeda, Wakil Ketua Tim Pemenangan Paslon Badra, Ferro Sopacua menjelaskan, jika pihaknya saat ini tengah menginventarisir terlebih dahulu akun medsos yang ada saat ini. Karena, tak dipungkiri banyak relawan-relawan yang membuat akun atas nama Badra atau Bima-Dedie. “Sedang kami inventarisir. Biar clear dan resmi, harus dipilah dulu. Kami juga sedang persiapkan portal website yang akan menjadi bagian dari corong kampanye. Dalam waktu dekat akan diserahkan ke KPU,” kata Ferro.

Terpisah, calon wali kota Bogor dari nomor urut empat, Dadang Iskandar Danubrata mengaku menyerahkan persoalan tersebut kepada Tim Pemenangan. Namun, kemungkinan daftar nama akun medsos ini akan diserahkan paling lambat pada Sabtu (3/3). “Coba saya tanya dulu ke tim. Intinya sebelum tanggal 3 Maret,” singkat Dadang.

(rez/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *