Transmart Membandel, Satpol PP Bakal Turun Tangan

by -

Akhir pekan lalu, sejumlah aktifitas pembangunan di lokasi Gedung Transmart di Jl. Raya Tajur kembali menggeliat. Sejumlah pekerja terlihat sibuk memasang paku bumi dengan menggunakan menggunakan alat berat. Padahal Satpol PP Kota Bogor, sudah memerintahkan agar tidak ada aktifitas pembangunan di lokasi tersebut, sebelum izin keluar. Tentusaja sikap membandel dari pengembang gedung TransMart membuat Satpol PP geram.

Kepala Bidang Penegak Perda (Gakperda) Satpol PP Kota Bogor Dani Suhendar mengaku geram dan kecewa karena pengembang yang dinilai tidak taat dan bandel karena sudah beberapa kali ditegur, agar tidak melanjutkan pembangunan.

“Sudah ada laporan (soal aktifitas pembangunan, red). Itu kan sudah masuk pelanggaran keras dan mesti ditindak. Ranah kami mengawasi, kalau sudah ditegur masih bandel, ya akan kami tindak. Besok (hari ini, red) , kami ke lokasi, tinjau semuanya, kalau perlu ada sanksi ya kita disanksi,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Menurut Dani, seharusnya pihak Transmart tidak memaksakan dan ngotot membangun sebelum mengantongi ijin IMB. Entah kenapa pihak Transmart sudah berani melakukan penbagunan, padahal ijin apapun belum dimilikinya. Pihaknya, sambung Dani, akan mengerahkan sejumlah personil dalam melakukan tinjauan ke lokasi tersebut.

“Belum tahu (jumlahnya, red). Intinya afktifitas pembangunan disana harus segera dihentikan. Kalau masih ngotot, Satpol PP akan langsung melakukan penyegelan, sesuai tahapan prosedur aturan,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman enggan berkomentar banyak soal polemik pembangunan Transmart Tajur. Dia hanya mengatakan, lokasi tersebut memang rawan kemacetan, maka wajar jika warga sekitar menolak keberadaan mal tersebut. “Belum kesana. Karena belum ada tembusan apa-apa. Boleh di cek di dinas lah. Kalau warga nolak, itu harus didengar,” katanya saat dikonfirmasi.

Di lain tempat, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi pun meminta Pemkot Bogor, melalui Satpol PP dan Dinas Perumkim, agar bisa menindak tegas aktifitas pembangunan Transmart Tajur tersebut. Menurut Kiwong, sapaan akrabnya, jika memang belum mengantungi IMB, tidak boleh ada aktifitas apapun.

“Harus ditindak tegas, karena mereka belum memiliki izin IMB. Seharusnya mereka mematuhi seluruh peraturan peraturan yang ada di Pemkot Bogor dulu lah. Tempuh dulu proses perijinan, baru membangun. Ini membuat buruk citra Pemkot Bogor loh,” tuntasnya.

(ryn/dik/e)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *