News, Sport and Lifestyle

Warga Gelar Musyawarah Terkait Dampak Rel Ganda

CIGOMBONG– Balai Tehnik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan Darat menggelar Forum Frup Discusion (FGD) bersama masyarakat yang terdampak pembangunan jalur kereta api Bogor-Sukabumi sepanjang tujuh kilometer bersama Muspika Cigombong serta warga Desa Cigombong dan Wates Jaya.

Staf Umum Teknik Dirjenhub Datar Andi Priyatna memaparkan, FGD alias musywarawah untuk melaksanakan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dan upaya kelola lingkungan dengan tujuan untuk mendengar masukan dari warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan rel. Musyawarah digelar karena warga yang terdampak langsung akan terpapar kebisingan, polusi dan gangguan lainnya.

“Intinya UPL ini merupakan forum komunikasi dari warga yang terlintasi jalan jalur kereta api yang rencananya untuk akan dibangun jalur ganda tahun ini. Dari warga ini berharap untuk menerima apa yang akan warga dapatkan, terutama dampak seperti kebisingan dan polusi udara,” ujarnya. Dari pendapat masyarakat, lanjut Andi, akan dijadikan dokumen patokan kerja pelaksana kontruksi. Seperti pengukuran, desain progres hingga berlanjut ke tahap pengerjaan kontruksi hingga selesai. “Saat ini masih dalam bentuk tertulis dari masyarakat. Semua masukan dari warga kami tampung,” bebernya lagi.

Sementara itu, Camat Cigombong Basrowi berharap, dengan adanya pembangunan rel ganda bisa berdampak positif bagi warga sekitar. Salah satunya bisa mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalur Bocimi. Tak hanya itu, dengan keberadaan rel ganda ini diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. “Kami ingin jalur Bocimi tak seperti sekarang ini dengan adanya rel kereta tambahan akan mengakomodir pengendara melalui angkutan kereta. Kami juga ingin dengan adanya rel tambahan ini bisa mendongkrak perekonomian warga,” tutupnya.

(nto/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *