Link Banner

Caringin– Lahan wakaf di Kampung Tengek, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin dengan luas 1400 meter persegi terkena gusuran pembangunan Tol Bocimi. Di atas lahan tersebut beridir musala milik warga, namun banyak kejanggalan saat ahli wakaf dan warga saat mendapatkan tanah pengganti yang tidak melalui hasil musyawarah. Salah satunya lahan 5000 meter di Kampung Warung Menteng srta 2.500 meter yang terletak di Kampung Batu Kembar Desa Ciderum dengan letak terpisah.

Lahan 5000 meter yang terletak di Kampung Warung Menteng ternyata sudah lunas dibayar. Namun tidaka da keterbukaan kepada warga mengenai mekanisme pembayaran dan harga lahan pengganti. Hal tersebut diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Kampung Tengek Hudi. Dirinya menjelaskan, lahan yang tidak layak sebagai pengganti tersebut ternyata sudah dibeli dengan harga yang cukup tinggi. “Harusnya setelah dibeli seluas 5000 meter itu pasti ada sisa anggarannya. Kenapa tanah yang dua lokasi belum juga ada pembayaran, sisanya kemana?,” ketus dia.

Jika dirinya dan warga, lanjut Hudi, mempertanyakan hal tersebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selalu melempar perkara tersebut ke Kementrian Agama Kabupaten Bogor. “Makanya kami sebagai warga, wajar dong kalau mempertanyakan terkait dana sisa, salah satunya pembelian lahan hinga belum juga melaksanakan pembelian lagi,” katanya lagi. Padahal, seminggu sebelumnya bersama warga tim PPK sudah berjanji akan melakukan pembayaran tanah yang belum dibebaskan. Namun setelah satu minggu belum juga ada bukti transaksi pembelian lahan pengganti di Kampung Batu Kembar.

Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bogor Sihab menjelaskan, pihak Kemenag hanya sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat. “Kami ini hanya fasilitator saja. Jadi, kalau soal penggantian lahan itu layak atau tidak itu bukan wewenang Kemenag,” tuturnya. Disinggung mengenai pembayaran lahan pihaknya mengklaim sudah sesuai prosedur dan menyerahkan semuanya kepada tim PPK. “Belum adanya transaksi pembayaran terkait dua lokasi lagi, karena antara tim appresial dengan permintaan harga lahan dari pemilik belum menemukan ritik terang Contohnya, lahan penganti musala dengan luas 500 meter keinginannya permeter Rp750 ribu. Sedangkan taksiran harga dari tim appresial membuka harga Rp230 ribu,” tutupnya.

(nto/b/suf)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here