Penebangan pohon di lokasi pembangunan Transmart Yasmin, Jalan KH Abdullah bin Nuh tak hanya memberi kesan gundul tapi juga berdampak pada kondisi pohon. Sekitar 18 pohon harus dirawat selama sebulan karena stres setelah ditebang dari tempat semula.

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Erwin Gunawan mengatakan, pohon tersebut akan dikarantina terlebih dahulu di tempat yang baru. Rencananya, pohon-pohon tersebut akan dirawat terlebih dahulu di sekitaran Jalan Ciremai, dekat Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah. “Memang pemindahan pohon itu kan tidak sembarangan, mengacu pada nilai-nilai ekologis atau lingkungan dan manfaat keberadaan pohon tersebut. Yang kemarin itu, karena sudah terpenuhi syarat-syaratnya,” kata, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Dalam hal ini Transmart, sambung Erwin, sudah melampirkan syarat-syarat untuk mendapatkan izin penebangan pohon, seperti identitas perusahaan, siteplan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Sartek, dan Amdal Lalin. “Kami pun survei, makanya kami tidak acc semua yang mereka mau, hanya 18 dari 28 pohon yang mereka ajukan,” ucapnya.

Dia mengakui, karantina pohon ditempat baru bukan hal mudah. Untuk pohon Kenari yang dicabut saja misalnya, perlu waktu perawatan kurang lebih tiga sampai empat minggu agar pohon kembali bisa hidup normal seperti biasa. “Treatment-nya juga harus ditempat teduh. Makanya kami pilih di Ceremai karena disana juga banyak pohon dan cenderung tidak panas, alias teduh. Selanjutnya, rutin disiram, diberi obat perangsang akar, agar dapat segera tumbuh normal. Indikatornya, akarnya sudah tumbuh lagi, itu berarti dia sudah adaptasi,” terangnya.

Sedangkan untuk kompensasi dari Transmart sebanyak 1.160 bibit pohon yang akan ditanam se-Kota Bogor, Erwin mengatakan belum ada tempat pasti. “Yang jelas, yang wilayahnya kurang pohon. Misal, sekitar jalan BORR di kanan kirinya atau sebelum lampu merah Lottemart yasmin,” ujarnya.

Sementara itu, warga yang melihat kondisi tersebut pun dibuat geram. Mereka menyayangkan ditebangnya pepohonan itu. “Kok ditebang sih. Sayang banget, itu kan bagian taman jalan, jadi gersang sekarang,” kata salah seorang karyawan yang berkantor di sekitar lokasi, Siti.

Sebelumnya, belasan pohon di sepanjang Jalan KH Abdullah Bin Nuh, tepatnya di depan proyek pembangunan pusat perbelanjaan Transmart Yasmin, ditebang Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor. Rencananya, lahan bekas pohon-pohon tersebut masuk dalam bagian rencana pembangunan celukan untuk bus premium jabodetabek di kawasan tersebut. Penebangan pohon itu dianggap bertentangan dengan konsep Kota Bogor sebagai Green City.

Kepala Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor Agus Gunawan berkilah, pihaknya bukan menebang pohon-pohon tersebut, melainkan mem-boling atau memindahkan pohon ke tempat lain, yakni ke wilayah Jalan Ciremai dekat Taman Kencana. Pohon-pohon tersebut dilakukan pemulihan dan pembibitan ulang ke Ciremai, jadi pohon-pohon itu akan tetap hidup. Sebab pohon biasanya stres manakala dipindahkan.

Awalnya, pihak Transmart mengajukan penebangan 28 pohon, pada 3 April lalu, kami tindak lanjuti dengan melakukan survei ke lapangan. Setelah melakukan survei, Disperumkim mengizinkan penebangan 18 pohon saja. Sebab, melihat siteplan, ternyata butuh celukan untuk mobilitas bus premium Jabodetabek yang rencananya akan masuk di wilayah itu,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono menyayangkan adanya penebangan pohon dari area pembangunan Transmart itu. Seharusnya, tiap titik di sepanjang jalan tersebut tetap hijau dan merawat pohon-pohon yang sudah ada. “Harusnya sepanjang jalan tersebut rindang, banyak pohon. Menanam, merawat pohon hingga besar itu sulit loh, bukan malah ditebangi. Katanya Green City, tetapi kok malah nebang pohon?” ucapnya.

Diketahui, penebangan pohon di Transmart Yasmin sebenarnya bukan kasus pertama penebangan menjadi sorotan. Tahun lalu ada dua kasus penebangan pohon yang jadi perhatian Pemkot Bogor. Pertama kasus penebangan ratusan pohon di Jalan Sholeh Iskandar yang dilakukan PT Marga Sarana Jabar (MSJ). Penebangan dilakukan sebagai imbas kelanjutan pembangunan Tol BORR Sesi IIB. PT MSJ dikecam karena menebang pohon tanpa izin. Selain minta maaf, PT MSJ mengganti 410 pohon.

Beberapa bulan berikutnya, kasus penebangan ilegal di Jalan Pajajaran pun disoal. Sebanyak enam pohon di Jalan Pajajaran, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, ditebang secara ilegal oleh orang yang tidak dikenal. Enam pohon tersebut terdiri atas tiga jenis Mahoni dan tiga Palem Putri.

Pohon Mahoni memiliki diameter 70 cm, dan Palem Putri 15 cm. Usia pohon juga sudah 40 tahun lebih. Status pohon tersebut termasuk dilindungi. Penebangan dilakukan untuk keperluan siteplan pembangunan ruko. Pelaku penebangan pohon bernama Ruhendra. Oleh hakim dijatuhkan denda sebesar Rp25 juta.

(ryn/c/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here