Link Banner

Kecelakaan yang menyebabkan korban tewas terjadi lagi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, kemarin. Lantaran gagal menyalip, pengendara motor metik Asep Suherman (46) jatuh lalu terlindas truk tronton.

Peristiwa nahas itu terjadi persis di depan Mal Giant Ekspres. Kondisi lalu lintas di jalan Dramaga pagi yang cerah itu nampak ramai lancar, dengan kepadatan kendaraan di kedua arah. Hal itu pun memaksa Asep memacu sepeda motornya dengan berusaha menyalip kendaraan lain dari sebelah kiri. Ia pun memaksakan diri melaju di bahu jalan agar bisa menyusul tronton bernomor polisi E 9311 VB, yang dikendarai Encep, asal Majalengka. “Kelihatannya dia ragu-ragu, makanya memilih nyusul dari kiri, lewat bahu jalan. Nah pas mau balik lagi ke jalan utama, agak nanjak kan jalannya. Walaupun jalannya bagus, hotmix. Akhirnya terpeleset, jatuhlah, lalu masuk ke kolong, hingga terlindas,” kata Dani, petugas keamanan mal yang saat itu sedang bertugas.

Sementara itu, Kepala Unit Laka Lantas Polresta Bogor Kota Iptu Budi Suratman menjelaskan, korban langsung tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan dan kehilangan banyak darah. Pengendara motor yang tewas diketahui bernama Asep, seorang buruh lepas warga Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. “Tepatnya pukul 06:30 WIB lah. Itu kan memang pas kendaraan padat, jam-jam warga mulai beraktivitas. Sepeda motor nomor polisi F 6761 IN itu bergerak dari arah Dramaga menuju Kota Bogor. Tepat di depan Giant Dramaga, ia mendahului truk tronton, nyalip dari arah kiri hingga keluae aspal, kemudian ketika masuk ke aspal rupanya terpeleset. Pada saat akan naik kembali ke jalan aspal terpeleset dan terjatuh ke bawah kolong kemudian terlindas ban kiri belakang kendaraan truk tronton,” ucapnya

Dia menambahkan, kejadian ini menjadi pelajaran untuk tidak menyalip kendaraan dari sebelah kiri. “Ini jadi pelajaran lah. Menyalip dari sebelah kiri itu tidak boleh karena berbahaya, banyak kasus kecelakaan karena nyusul dari kiri. Sopir kami mintai keterangan sebagai saksi, karena ini juga bisa jadi kelalaian dalam berkendara,” ujarnya.

Akibat kecelakaan tersebut, lalu lintas di sekitar wilayah jalan Dramaga pun sempat tersendat hingga menyebabkan kemacetan hingga dua kilometer. Foto-foto korban dan identitasnya pun berseliweran di media sosial. Salah satunya akun twitter @auliaism. Ia terpaksa datang terlambat ke sekolah karena ada kecelakaan di Jalan Raya Dramaga. “Macet banget di dramaga sampe harus skip kelas karena udah telat banget banget masuk jam 7 nyampe jam 7.30,” katanya.

Ternyata, lanjutnya, ada truk nabrak motor. “Ada truk nabrak motor di giant dramaga:(( ya dramaga udah jalannya kecil gitu yg lewat bus, truk, dll. Ibu sampe nge wa deg2an kali ya gua yg ditabrak huhuhuhu,” keluhnya.

Wildan Hawari sendiri mengungkapkan informasi kecelakaan di akun sosial media miliknya, @wisdan. “#Info kecelakaan di Giant Dramaga, bagi yang mau ke arah sana lebih baik urungkan niatnya. Bisa-bisa berangkat sekarang nyampenya pas lebaran,” ungkapnya.

Di media sosial Facebook juga, beberapa warganet membagikan foto-foto korban kecelakaan. Ada juga yang berada di dekat lokasi kejadian. Seperti Anggita Dwi Noviana. Menurut dia, kondisi lalu lintas di Dramaga tak bergerak sama sekali. “Aku sama papanya udh mikir pasti ada sesuatu sampe parah gini macetnya. Jalan sedikit2 sampe tiba depan giant dramaga langsung lemes. Astagfirullah..Inalillahi.. ada jasad tergeletak dipinggir jalan ditutup kardus koran,” katanya.

JALUR TENGKORAK

Sementara itu, jalur Dramaga-Leuwiliang masuk daftar jalur tengkorak di wilayah Bogor.

Hal itu dibenarkan Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor AKP Hasby Ristama. Menurut dia, wilayah Kabupaten Bogor rawan dengan tindak gangguan keamanan dan ketertiban lalin. Beberapa wilayah atau jalur lalin utama yang rawan gangguan pun kerap disebut jalur ‘tengkorak’. Di antaranya jalur Bopuncur (Bogor, Puncak, Cianjur), jalur Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), jalur Tengah Sukaraja- Cibinong, Citeureup, jalur Bojowi (Trans Yogie Bogor-Cileungsi- Jonggol), jalur Bodali (Dramaga- Leuwiliang) dan jalur Kemang- Parung. Ia meminta masyarakat dan setiap keluarga agar disiplin berlalu lintas. “Untuk meminimalisasi dan mencegah terus terjadinya kecelakaan, kami mengimbau agar masyarakat tertib berlalu lintas,” katanya.

(ryn/c/els)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here