Edgar Punya Bibit, Bebet dan Bobot

by -

Calon wali kota Bogor nomor urut dua Edgar Suratman melakukan kampanye damai di Kampung Sukamulya, RW 05, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, kemarin. Di sana, pasangan Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat itu mengajak warga memilih pemimpin Kota Bogor periode 2018-2023 sesuai turunannya. Yang dimaksud dengan turunannya adalah harus mengetahui bobot, bebet dan bibit pasangan calon (paslon).

Menurut Edgar, ketiga dasar itulah yang bisa membawa Kota Bogor menjadi lebih baik ke depannya. “Kalau ada yang lebih dari saya, tidak apa-apa. Tetapi warga juga harus objektif melihat dari ketiga hal itu. Insya Allah, kalau pasangan ESA memiliki ketiga hal itu,” kata Edgar.

Dalam kesempatan itu, Edgar juga mengingatkan kembali dalam peribahasa Sunda, yakni ‘Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga’. Artinya segala hal di masa kini adalah pusaka di masa silam dan ikhtiar hari ini adalah untuk masa depan. Sehingga jika kelak ia bersama pasangannya dipercaya memimpin Kota Bogor, prioritas utamanya adalah tidak melupakan sejarah terdahulu. “Jangan sampai pemimpin terpilih melupakan hal itu. Kalau kami pasti akan memprioritaskannya,” ucapnya.

Agenda kampanye sendiri adalah ramah tamah bersama warga. Warga yang didominasi kaum perempuan itu bergantian menyampaikan aspirasi dan harapannya kepada Edgar. Salah satunya meminta dihapuskannya Sistem Satu Arah (SSA). Ia mengaku pihaknya sering mendengar aspirasi tentang SSA. Warga mengeluhkannya karena SSA tidak membuat kondisi lalu lintas berjalan lancar. Malah menambah kemacetan. “Ini akan jadi catatan dan PR bagi kami agar dibuatkan solusi menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sekadar diketahui, ada empat titik lokasi berbeda yang disambangi Edgar pada masa kampanye kemarin. Di antaranya silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan warga di Kelurahan Tegallega, Sindangsari, Sukasari dan Babakanpasar.

(rez/dik/e/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *