News, Sport and Lifestyle

Giliran Bogor Barat Diterjang Bencana

METROPOLITAN – Bencana alam terus melanda Kabupaten Bogor. Sepekan setelah peristiwa banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Timur atau tepatnya di Kecamatan Sukamakmur, kini peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Barat Kabupaten Bogor. Setelah diguyur hujan lebat dari Jumat hingga Sabtu (14-15/4) sore, banjir memorak-poranda permukiman warga di Kecamatan Jasinga. Akibatnya, jalan tertimbun longsor, jembatan rusak, bahkan beberapa rumah hancur. Yang paling parah terdampak bencana alam ini ada di Desa Pamagersari. Amukan air Sungai Cikeam meluluhlantakkan ratusan rumah warga.

Warga berhamburan setelah air itu meluap hingga ketinggian mencapai sebahu orang dewasa. Selain air sungai meluap, jembatan penghubung kampung pun rusak serta beberapa rumah rusak ringan dan berat. Akibatnya, Bebeng warga RT 03/02, rumahnya tergerus luapan Sungai Cikeam hingga menghabiskan isi-isinya.

Pun demikian. Jumhani (67) warga Kampung Bojong, RT 03/02, seakan tak ada habisnya meratapi nasib. Rumah yang ia tempati rata disapu amukan Sungai Cikeam. Saat itu Jumhani bersama Hamyeti (62), istri tercintanya, berniat melaksanakan salat Magrib. Namun, tiba-tiba air langsung mendobrak tembok rumahnya. “Air langsung masuk ke rumah hingga ketinggian seleher. Tidak lama kemudian terdengar suara gemuruh dan langsung mendobrak tembok rumah saya. Saya langsung menyelamatkan anak dan cucu saya,” beber Jumhani seraya mengusap air mata.

Hal senada dikatakan Hamyeti (62). Wanita paruh baya ini hanya pasrah setelah melihat kondisi rumah yang tersapu tanpa sisa. Selain rumah miliknya, rumah anaknya pun turut rata digulung ganasnya air Cikeam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. “Pada Jumat, air tidak meluap. Pas Sabtu sore itu air tiba-tiba datang dengan suara gemuruh. Saya tidak jadi salat karena langsung menyelamatkan keluarga,” ujar Hamyeti, wanita yang sudah berusia lanjut ini.

Kepala Desa Pamagersari Nurohman mengatakan, banjir akibat luapan Sungai Cikeam baru pertama kali terjadi. Sungai tersebut meratakan beberapa rumah milik warga karena berada di pinggir sungai. “Yang terdata baru seratus rumah, mulai dari yang rusak berat, ringan hingga tergerus air sungai. Saya juga sedih dengan kejadian seperti ini karena ini baru pertama kalinya. Hingga kini BPBD sudah mendirikan posko,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Jasinga Asep Aer Sukmaji mengatakan, akibat hujan lebat pada Sabtu sore, ada beberapa kerusakan yang ditimbulkan. Yakni ruas Jalan Pamagersari-Pangradin amblaes dua meter. Kerusakannya pun mencapai panjang 20 meter. Akibatnya, akses terputus total. Selain itu, ruas Jalan Sipak-Pangradin retak sepanjang 15 meter. Tak hanya itu, ruas jalan nasional sepanjang 20 meter di Bogor bagian Barat itu tertimbun longsoran tebingan tanah. Terakhir, tujuh rumah warga terancam longsor di Desa Pangradin.

Sementara di Desa Pamagersari, seratus rumah terendam, empat rumah rusak total, sepuluh rusak sedang, sepuluh rusak ringan dan 74 rumah terendam. Upaya yang sudah dilakukan yaitu untuk jalan yang terkena longsoran sudah dibersihkan secara gotong-royong. “Untuk korban pengungsian dibuat posko pengobatan di Desa Pamagersari,” jelasnya.

(mul/d/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *