News, Sport and Lifestyle

Guru TK di Ciampea Siap Donorkan Matanya ke Novel

Setahun sudah peristiwa penyiraman air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berlalu. Namun, hingga kini belum ada titik terang penuntasan kasusnya. Hal itu bahkan sampai membuat seorang ibu di Bogor bersedia mendonorkan matanya untuk Novel.

Dilihat dari akun Instagram @undercover.di, wanita yang mengenakan jilbab abu-abu itu mengaku siap memberikan sebelah matanya. “Assalamualaikum Wr Wb. Saya Siti Rosmida bersedia mendonorkan satu mata saya untuk Pak Novel Baswedan,” katanya dalam tayangan video.

Warga Griya Raharja Cibanteng, Kelurahan Cibanteng, Kecamatan Ciampea ini mengungkapkan kesediaannya mendonorkan mata kirinya adalah murni keinginannya. Bahkan, ia tak meminta sedikit pun imbalan. Bukan juga soal ingin mencari sensasi, namun memang karena keinginannya yang begitu kuat untuk mendonorkan matanya sejak 2017. “Iya, tidak ada maksud apa pun. Saya dari 2017 kemarin memang sudah berniat, tulus ingin donorkan mata saya,” ungkap guru TK ini.

Ia menuturkan, sejauh ini hanya keluarganya saja yang mengetahui keinginannya untuk mendonorkan mata. “Saya hanya bilang ke suami dan anak-anak saya, itu pun mereka menganggapnya bercanda hanya selintas saja, suami saya juga diam saja,” tuturnya.

Namun setelah sekian lama ingin menyampaikan keinginannya kepada Novel, lanjutnya, putri kedua Rosmilah itu pun berinisiatif menyampaikan keinginan ibunya lewat media sosial Instagram. “Sebelumnya saya pernah kepikiran ingin datang ke KPK. Sudah tanya-tanya ke suami kalau ke sana naik kereta bisa apa nggak, turunnya di mana. Tapi kemarin anak saya bantu menyampaikan lewat Instagram,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa mempublikasikan keinginannya bukan berarti ingin mencari sensasi belaka. “Saya tahu ada syaratnya kalau mau donor mata, tapi setidaknya saya punya keinginan kuat untuk bisa mendonorkan mata untuk Pak Novel,” ungkapnya.

Rosmilah menambahkan, dirinya bukanlah pengagum Novel Baswedan. Ia mengaku baru mengetahui sosok Novel sejak peristiwa penyiraman air keras ke Novel Baswedan. “Iya, sejak itu saya sering lihat dia di televisi dan mulai muncul keinginan saya itu. Jujur, sampai sekarang masih kepikiran. Bahkan ketika beraktivitas seperti ngajar,” tandasnya.

(tib/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *