Bogor – Jalur Puncak yang membelah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur selalu menjadi jalan primadona para pengendara sebagai alternatif menuju Bandung atau sebaliknya menuju Jakarta. Selain bisa sambil menikmati pemandangan asri pegunungan, jalur itu juga menyajikan aneka kuliner dan wisata.

Namun siapa sangka, jalur ini juga menjadi jalan berbahaya untuk dilalui lantaran banyaknya kecelakaan yang terjadi. Terlebih dengan kontur jalan yang menikung, berbelok serta turunan, dituding menjadi faktor penyebab kecelakaan di jalur ‘maut’ ini.

Tentunya ada juga karena faktor lain yakni human error maupun kondisi kendaraan yang tidak maksimal. Insiden kecelakaan di Jalur Puncak acapkali memakan korban jiwa.

Terbaru, kecelakaan beruntun terjadi di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Delapan kendaraan roda empat dilaporkan terlibat kecelakaan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, satu orang mengalami luka ringan yakni Alfaro (4).

Kecelakaan ini diduga akibat rem bus pariwisata yang blong. “Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama.

Menurut Hasby, kecelakaan itu dipicu bus Pariwisata PO Restu dengan nomor polisi N 7755 UG. Sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan karena rem blong. Lokasi kecelakaan tepat berada di depan Rumah Makan Bakmi Golek Kampung Leuwimalang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. “Saat melintas di turunan Bima Cakti, rem bus blong sehingga tidak dapat dikendalikan sopirnya,” katanya.

Pada tahun sebelumnya dan di bulan yang sama, kecelakaan maut juga terjadi di jalur Puncak. Tepatnya di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur. Delapan orang warga dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus menjelaskan, insiden kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10:30 WIB, melibatkan beberapa kendaraan seperti bus Pariwisata Kitrans B 7058 BGA menabrak Avanza silver B 1608 BKV, Avanza dan pikap dan beberapa kendaraan roda dua. “Delapan orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Yusri.

Masih di bulan yang sama, Kepolisian Resor Bogor menetapkan sopir bus pariwisata sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Status tersangka ditetapkan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan di Puncak dan meminta sejumlah keterangan saksi. Terungkap, sopir bus pariwisata berinisial BH (51) itu tak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Sopir bus sudah kami tetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Puncak dan saat ini masih menjalani pemeriksaan dan akan langsung ditahan di Mapolres Bogor,” kata Hasby.

Ia menambahkan, sebelum kejadian, bus tersebut membawa rombongan dari PT Inkosindo, Jakarta, usai berlibur ke kawasan Taman Wisata Matahari, Puncak. Di lokasi kejadian di Puncak, lanjut Hasby, bus tersebut diduga mengalami rem blong sehingga hilang kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

“Butuh waktu tiga jam untuk proses evakuasi. Bangkai kendaraan sudah dibawa ke Unit Kecelakaan Polsek Ciawi,” ungkapnya.

Sumber : Pojoksatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here