Aku seperti orang gila. Saat itulah manajerku bermaksud menghiburku, selalu mengajakku dugem dan bergembira. Akhirnya aku tak kuasa menghadapi setan.

Aku terjerembab dalam pil setan, beruntungnya aku tidak begitu maniak dengan sex liar. Aku masih mengharapkan sex dari istriku. Pada saat-saat kritis ini ada beberapa wanita mendekati aku, mereka tahu masalahku, mereka simpati. Bahkan seolah pasrah menawarkan mendampingiku.

Tapi aku sadar, bahwa mertuaku sangat mendambakan ketabahanku menghadapi ulah putrinya. Aku sadar dulu pernah berujar akan membahagiakan anak dan cucunya. Aku tolak semuanya dengan halus dan meninggalkan mereka dengan kekecewaan. Tuhan, maafkan hambaMu ini.

Keadaan semakin memburuk, baik di rumah maupun di kantor. Aku tidak tahan selalu sedih melihat putriku yang berangkat sekolah SD sendiri tanpa mamanya. Aku tidak tahan lagi menasehati istriku dan keluyuran setiap malam malam mencari dia kalau kabur. Di kantor aku juga tidak tahan dengan ajakan bos aku untuk happy-happy.

Pada saat itu aku memutuskan resign dari perusahaan, dan bekerja jauh dari rumah. Jauh dari semuanya. Alhamdulillah aku dikirim ke Jepang 1 tahun lebih dan akan ada ikatan dinas 5 tahun di grup perusahaannya di Indonesia.

Dengan berurai air mata aku meninggalkan anak semata wayangku, bapak ibuku dan mertuaku yang menyayangiku. Maafkan aku semuanya, aku harus pergi jauh, semoga bisa membawa banyak perubahan, pada ekonomi keluargaku, rumah tanggaku dan karirku.

Aku tetap mencintai istriku dan berdoa semoga sepulangku dari Jepang nanti semua akan kembali normal, atau setidaknya gelas yang sudah pecah itu bisa aku rekatkan kembali. Itu adalah kisahku 14 tahun yang lalu.

(Selesai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here