Sejak Sabtu (14/4) sore, kawasan Puncak Bogor dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang. Kendaraan yang biasa melewati jalan tersebut terlihat merayap di kedua jalur. Bukan karena macet yang selama ini menjadi isu di Puncak, tetapi karena penunggang kuda besi melaju dengan pelan. Musababnya, jarak pandang ketika itu tertutup kabut tipis.

Selepas azan Magrib sekitar pukul 18:30 WIB, bus pariwisata PO Restu yang mengangkut 42 penumpang dengan nomor polisi N 7755 UG meluncur dari arah Puncak menuju Ciawi. Dari pengakuan Edy (52), pengendara Mitsubishi Outlander D 3541 KI, bus tersebut sempat menabrak kendaraannya di turunan Taman Safari Indonesia (TSI). Usai ditabrak, Edy berhenti untuk meminta pertanggungjawaban. Sang sopir bus pun memohon membicarakannya di tempat yang agak lengang, dengan alasan mengganggu lalu lintas.

Alasan sopir memang masuk akal. Akhirnya diputuskan mereka untuk mencari tempat yang nyaman. “Bus itu mengikuti kami dari belakang. Agak jauh memang. Saya putuskan untuk memarkir kendaraan di tempat parkir dekat Bakmi Golek. Karena selain sepi juga ada tempat parkir yang sekiranya tidak mengganggu lalu lintas,” ujar Edy kepada wartawan. Ketika hendak berbelok, lanjut Edy, otomatis mobil akan melaju pelan. Tetapi apes, bus itu kembali menabrak mobilnya. Kali ini selain mobil Edy, enam mobil lainnya pun ikut ditabrak pula.

Ajal memang diatur Yang Maha Kuasa. Gara-gara kebelet pipis, nyawa seseorang bisa lolos dari peristiwa mematikan. Alhasil, Allah melalui malaikat pencabut nyawa masih memberi kesempatan hidup dan beribadah pada-Nya. Hal ini dialami Martin (40) dan sanak keluarga lainnya. Tak dinyana, warga Jakarta itu ikut berada di pusaran musibah mengerikan Sabtu sore lalu. Mobilnya menjadi ganjal bus pariwisata PO Restu yang mengalami rem blong. “Untuk menghemat waktu, bakmi golek yang kami pesan akan dimakan di dalam mobil. Setelah membayar dan hendak naik ke mobil, tante saya kebelet ingin ke toilet. Saya pun menunggu. Belum sempat tante saya keluar toilet, tiba-tiba mobil saya sudah diseruduk bus,” papar Martin.

Pria keturunan Tiongkok itu pun tak henti-hentinya bersyukur ketika memberi kesaksian atas musibah itu di hadapan para wartawan. Entah apa yang akan terjadi jika Tante Martin tidak kebelet pipis. “Mungkin saya berada dalam mobil dan tewas ketika bus itu menabrak,” ujarnya dengan nada terputus lantaran masih syok atas musibah itu.

Dari keterangan Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama, dugaan sementara kecelakaan yang terjadi dipicu rem bus yang blong. Lokasi kecelakaan tepatnya di depan Rumah Makan Bakmi Golek, Kampung Leuwimalang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua. “Sopir tidak dapat mengendalikan mobilnya saat melintas di turunan Bima Cakti,” katanya.

Bus yang oleng menabrak Mitsubishi Outlander D 3541 KI dan enam kendaraan lain. Enam kendaraan itu yang menjadi korban adalah Nissan Grand Livina B 1114 TRR, Honda Freed B 1314 EK, Daihatsu Terios B 2653 TKL, Daihatsu Sigra B 2489 SQQ, Honda City B 1451 WEQ dan Honda Mobilio B 1195 CA. “Kendaraan yang ditabrak mengalami kerusakan cukup berat,” katanya.

Dari informasi yang terhimpun, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Satu orang balita atas nama Alfaro (4) penumpang Mitsubishi Outlander mengalami luka ringan.

(ash/d/ram/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here