METROPOLITAN – Rencana pembangunan jalan layang atau flyover di perlintasan kereta api Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor tengah terus dikebut. Kebutuhan jalan layang dianggap perlu karena padatnya arus lalu lintas kendaraan di perlintasan kereta api tersebut. Terlebih di jam-jam padat seperti pagi dan sore hari. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap revisi Detail Engineering Design (DED).

Polresta Bogor Kota bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor bersama aparat wilayah Kota Bogor melakukan survei di lokasi perlintasan rel kereta api tersebut, kemarin. Survei dilakukan untuk melihat beban lalu lintas yang ada di jalur tersebut. “Selain itu, survei terkait penyaluran dana CSR dari PT KAI untuk membantu pembangunan masjid Al Baroqah Polresta Bogor Kota,” kata Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Yuni Astuti, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, pihaknya masih merevisi Detail Engineering Design (DED), pembangunan jalan layang tersebut. Sebab, ada pembebasan lahan yang mesti dilakukan pasca revisi, luasnya kurang lebih 500 meterpersegi disekitar lokasi. “Sebelum itu, kami masih menunggu rekomendasi

izin dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ada beberapa perubahan setelah adanya revisi DED, seperti perubahan Garis Sempadan Jalan Rel (GSR). Di mana lokasi pastinya, belum bisa dibeberkan. Intinya sebelum rekomendasi dan izin turun, pembebasan lahan belum bisa dilakukan.” ucapnya.

Selain masih menunggu rekomendasi dan izin dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, pihaknya merasa perlu menjaga kondusivitas di wilayah sebelum adanya kepastian rekomendasi mana saja yang perlu dibebaskan. “Pembebasan lahan akan memakan anggaran sebesar Rp14 miliar, yang diambil dari APBD tahun 2018,” imbuhnya.

Chusnul menjelaskan, rekomendasinya harus keluar secepatnya, agar Juni 2018 bisa segera dilelangkan oleh Balai Besar Jalan Negara. Jika proses lelang cepat, 45 hari setelahnya bisa langsung mulai dikerjakan. “Kementerian PUPR sebagai pihak pelaksana pembangunan fisik flyover RE Martadinata sudah siap,” pungkasnya.

(ryn/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here