BABAKANMADANG – Warga Desa Kadumangu, RT 05/01, Kecamatan Babakanmadang, melakukan protes keras terhadap aksi yang dilakukan salah satu warga yang menutup Jalan Raya Desa Kadumangu secara sepihak. Bahkan, amarah warga harus diredakan Kapolsek Babakanmadang Kompol Wawan hingga protes warga berjalan kondusif dengan melakukan mediasi.

Penutupan jalan tersebut berawal ketika warga atas nama Mety dan Marbun merasa terganggu dengan aktivitas truk besar yang lalu-lalang mengangkut material tanah cut and fill. “Kami hanya ingin ada yang bertanggung jawab dengan aktivitas ini. Apabila ada kerusakan, siapa yang bertanggung jawab?” kata Mety.

Mendapat pernyataan tersebut, penanggung jawab perusahaan yang melakukan cut and fill, Tabyani, mengaku siap bertanggung jawab karena aktivitas tersebut sudah mendapatkan restu dan izin dari warga setempat. “Aktivitas kami ini sudah mendapatkan izin dan sudah direstui warga. Kami siap bertanggung jawab, jangan main tutup begitu,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Babakanmadang Yudi Santosa mengaku persoalan ini sudah terselesaikan dengan mediasi. Dirinya menganggap jika sudah mendapatkan izin dari warga, operasional tersebut bisa dilanjutkan. “Kami sebagai pemerintah hanya memfasilitasi saja. Jika memang warga mengizinkan, silakan saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pengembangan Aspirasi Rakyat Khotman Idris menegaskan, penutupan jalan secara sepihak itu sudah menyalahi aturan. “Penutupan jalan tidak bisa dilakukan sepihak, itu tindakan melawan hukum,” tegasnya.

(tri/b/sal/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here