METROPOLITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat, bencana tanah longsor menjadi momok nomor satu dari sekian banyak bencana yang sering terjadi di Kota Hujan. Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) pada 26 April, BPBD Kota Bogor melakukan simulasi penanganan bencana di Kampung Sempurkaler, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.

Kepala BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan, mengatakan, di kawasan Sempur acapkali terjadi bencana, seperti banjir akibat luapan Sungai Ciliwung atau tanah longsor. Mengingat kontur wilayah yang dekat dengan sungai dan sebagian tebingan curam. Sebetulnya ada sebelas kelurahan yang masuk kategori kelurahan dibentuk relawan kelurahan tangguh bencana untuk bisa dilakukan simulasi kebencanaan.

Nah salah satunya di Sempur. Dari catatan kami, beberapa bencana terjadi di Sempur. Maka di HKBN 2018 ini, kami simulasi bencana tanah longsor di Kelurahan Sempur,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Simulasi tersebut dilakukan sejak pagi hari, dengan melibatkan ratusan warga dan petugas BPBD Kota Bogor. Mulai dari siswa SD hingga ibu-ibu rumah tangga. Para warga diberi arahan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana dan ke mana harus mengevakuasi diri.

Dalam simulasi itu, Tim Relawan Sempur melakukan monitoring wilayah ke lokasi longsor. Mereka juga menghubungi RT/RW agar warga mengevakuasi diri secara mandiri. Lalu, kelurahan menghubungi Tim Rescue BPBD agar mereka melakukan penyelamatan dan membuat penampungan serta pengobatan bagi pengungsi,” katanya.

Meski hanya bersifat simulasi, pihaknya ingin hal ini bisa merangsang warga untuk selalu antisipasi terhadap potensi bencana. Ini lebih kepada sebuah gerakan aksi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk sadar bencana. “Sesuai tema HKBN tahun ini, siaga bencana dimulai dari kita, keluarga dan komunitas. Jadi, kami mendorong seluruh komponen masyarakat bisa mengevakuasi diri sendiri, sehingga bisa mengurangi risiko korban jiwa,” terangnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, mengatakan, HKBN 2018 jangan hanya bersifat seremoni dan simbolis, tapi harus berkelanjutan demi mengurangi risiko akibat bencana. Simulasi ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana.

Terjadinya bencana tidak pernah diduga, HKBN ini digagas simulasi yang bertujuan memberikan pemahaman dan edukasi penanggulangan bencana. Harapannya, melalui simulasi ini warga lebih siaga dan simulasi ini dapat dilakukan secara berkala di wilayah Kota Bogor,” tutupnya.

(ryn/b/els/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here